15 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kontribusi PAD Kecil, Perusda Benuo Taka Dapat Sorotan DPRD PPU


Kontribusi PAD Kecil, Perusda Benuo Taka Dapat Sorotan DPRD PPU
Bupati Yusran Aspar saat paripurna DPRD beberapa waktu lalu (Foto : Edwin)

KLIKPENAJAM.COM - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (Lpj) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2015 menyoroti rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka.

Tercatat, hingga saat ini kontribusi PAD dari Perusda hanya sebesar satu persen, atau sekira 100 juta Rupiah dari total penyertaan modal yang diberikan senilai 20 Miliar Rupiah.

Dikatakan anggota Pansus Hartono Basuki, melihat kondisi ini diharap manajemen Perusda Benuo Taka dapat segera berbenah dan meningkatkan kinerja. Sehingga bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan terhadap PAD Kabupaten PPU.

"Kami berharap agar hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah, terutama terhadap pengelolaan Perusda Beno Taka, untuk bisa lebih berkontribusi terhadap PAD," ungkapnya.

Menanggapi itu, Direktur Perusda Benuo Taka, M Taufik membenarkan jika kontribusi PAD yang sejauh ini diberikan pihaknya masih terbilang kecil. Hal tersebut mengingat Perusda lebih condong mengalokasikan penyertaan modal dalam bentuk aset daerah, yang dinilai jauh lebih menguntungkan untuk kedepannya.

"Kalau dilihat dari pendapatan saat ini memang kecil, karena penyertaan modal kami alokasikan dalam bentuk aset, seperti pembebasan tanah dan lahan. Menurut kami jauh lebih menguntungkan bagi pemerintah daerah," ujarnya.

Dari total penyertaan modal yang diberikan kepada Perusda, sekira 90 persen kata Taufik dialokasikan bagi pengembangan aset melalui pembelian tanah oleh perusda Benuo Taka.

Sementara untuk jenis kegiatan bisnis lainnya, hanya sektor migas yang bisa meraup keuntungan dari total seluruh jenis usaha yang dijalankan.

"Hanya keuntungan dari sektor migas yang baru bisa kita setorkan sebagai PAD, sedang untuk sektor properti dan tambang batu masih belum berjalan optimal," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Edwin Irawan    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0