20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Salah Satu Cara Berantas Pungli di Kutai Timur


Ini Salah Satu Cara Berantas Pungli di Kutai Timur
Ketua Komisi D DPRD Kutim, Uce Prasetyo (Foto: Qadlie)

KLIKPENAJAM.COM - Ketua Komisi IV DPRD Kutai Timur (Kutim), Uce Prasetyo, mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) Layanan Publik Kutim akan mencegah praktik Pungutan Liar (Pungli) dalam layanan publik.

“Secara tidak langsung, Perda Layanan Publik nantinya akan memberantas praktik Pungli, sebagaimana arahan Presiden Jokowi,” ujar Uce saat ditemui di ruang Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sekretariat DPRD Kutim, Kamis, 10 November 2016.

Sampai saat ini, Perda Layanan Publik Kutim masih dalam pembahasan Rancangan Perda (Raperda). Menurut Uce, pembahasan Raperda Inisiatif DPRD Kutim sudah mencapai 80 persen.

“Kita sudah melalui berbagai tahapan. Sekarang sudah hampir mendekati akhir, kita target akhir tahun ini Perda Layanan Publik sudah kita sahkan,” katanya.

Dengan pemberlakuan Perda Layanan Publik nantinya, masyarakat akan mendapat kepastian layanan, yang selama ini belum optimal.

“Selama ini, masyarakat belum mendapat kepastian tentang layanan publik. Standar Operasional Prosedurnya sudah ada, tetapi tidak ada payung hukum yang melindungi warga yang berhak mendapat layanan publik prima,” katanya.

Sejumlah poin penting dalam Raperda Layanan Publik kata Uce, adalah kepastian soal tahapan layanan, waktu layanan, serta biaya layanan. Selain itu, ada konsekuensi dari keterlambatan layanan, maupun ketidaksesuaian prosedur layanan publik.

“Perda ini akan benar-benar melindungi masyarakat perima layanan publik,” tuturnya

Bahkan menurut Uce, layanan publik yang tidak sesuai atau melanggar Perda, bisa terjerat sanksi administratif.

“Sanksinya pun tegas, mulai sanksi administratif pegawai, sampai mutasi Kepala SKPD. Masyarakat bisa melaporkan layanan publik yang buruk, atau tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur dan aturan Perda,” ujar Uce. (*)

Reporter : Basir Daud    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0