20 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kembangkan Bandara Sepinggan, Angkasa Pura II Akan Jual Saham


Kembangkan Bandara Sepinggan, Angkasa Pura II Akan Jual Saham
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau lebih dikenal bandara Sepinggan Balikpapan (Int)

KLIKPENAJAM.COM - Pemerintah berencana menjual saham dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola bandara, yakni Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Hal ini dilakukan guna mendapatkan dana segar untuk mengembangkan Bandara Kualanamu, Medan dan Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Hanya saja, pemerintah tak akan membiayai keseluruhan proyek pengembangan kedua bandara tersebut, melainkan mengundang investor untuk terlibat. Mekanismenya adalah dengan menjual saham Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

"Kita melepas sekian persen saham, tapi yang pasti tetap minoritas. Investor akan memasukan uang ke dalam perusahaan, yang merupakan split dari Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, uang tadi akan jadi investasi untuk mengembangkan bandara Kualanamu dan Balikpapan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (17/1).

Modal yang masuk, menurut Budi, nantinya akan dialirkan untuk proyek pengembangan bandara. Pengembangan yang dimaksud adalah perbaikan sarana-prasarana, termasuk landasan pacu, sisi keamanan, dan terutama peningkatan teknologi aviasi.

Budi menyatakan bahwa jajarannya dan Kementerian BUMN telah berdiskusi mengenai rencana tersebut. Pemerintah menilai, pengembangan dua bandara ini perlu untuk menambah penghubung atau hub bagi penerbangan dari luar negeri ke Indonesia.

Saat ini, hampir semua penerbangan internasional mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Budi menambahkan, selain untuk menjadi hub penerbangan dari luar negeri, pengembangan kedua bandara ini juga berpotensi menarik minat lebih banyak wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.

Budi mencontohkan, bandara Kualanamu akan digunakanan untuk menarik wisatawan asal India dan Kuala Lumpur. Sedangkan, bandara Balikpapan digunakan untuk merespons permintaan penumpang dari Jepang, Korea, dan Cina. "Dengan adanya dua bandara ini, kita punya daya tarik sendiri untuk mengembangkan banyak industri pariwisata," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, adanya peningkatan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan wisata tersebut.

Selain itu, pemerintah juga akan memperoleh pendapatan dari kedatangan wisatawan ini untuk membangun infrastruktur lainnya. Pada akhirnya, hal-hal tersebut pun akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.(*)

Reporter : Katadata    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0