20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Amoniak PKT Bocor, Tiga Warga Jadi Korban


Amoniak PKT Bocor, Tiga Warga Jadi Korban
Warga Lok Tuan dievakuasi ke assembly point usai ada kebocoran amoniak di pabrik PT Pupuk Kaltim melalui latihan tanggap darurat, Kamis, 9 Februari 2017, kemarin. (HUMAS PKT)

KLIKPENAJAM.COM - Kebocoran Amoniak yang terjadi di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merenggut korban. Kejadian berawal dari bau Amoniak yang sangat menyengat dengan paparan amoniak di pemukiman penduduk mencapai 12 ppm.

Menindaklanjuti keluhan di Kelurahan Lok Tuan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Manager Humas Pupuk Kaltim segera berkoordinasi dengan Manager LH, Manager K3, Manager Umum dan Manager Shift Pupuk Kaltim serta Lurah Loktuan.

Dengan arahan dari Lurah Lok Tuan Tim SAR, Tim P3K dan Tim Pemandu Arah Kelurahan Lok Tuan menyisir dan mengevakuasi warga ke assembly point.

Dari hasil penyisiran ditemukan 3 (tiga) orang korban di yakni 1 orang korban pingsan Sofyan warga RT 27, korban patah tulang kaki Rahwati warga RT 28 dan korban lansia lemas Salam warga RT 01 Kelurahan Lok Tuan. Ketiga korban segera dilarikan ke RS Kaltim Medika Utama (RS Pupuk Kaltim) untuk diberikan pertolongan medis. Pupuk Kaltim bertanggung jawab penuh atas kebocoran amoniak yang menimpa warga Lok Tuan.

Insiden kebocoran amoniak merupakan skenario Simulasi Tanggap Darurat yang merupakan rangkaian pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2017 di Pupuk Kaltim dengan tema “Dengan Budaya K3 Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia Menuju Masyarakat yang Selamat, Sehat dan Produktif”. Tema ini sangat tepat untuk mendorong seluruh masyarakat Indonesia berpartisipasi aktif menerapkan dan membudayakan nilai-nilai K3 dalam kehidupan sehari-hari.

Simulasi Tanggap Darurat dilaksanakan di Kelurahan Loktuan pada Kamis, 9 Februari 2017 diikuti GM Umum, Manager Humas, Manager K3, Lurah Lok Tuan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Danramil, Kapolpos, Babinsa, Babinkamtibmas, FKPM dan warga Lok Tuan. Tahun 2016 lalu, Pupuk Kaltim juga telah melakukan Simulasi Tanggap Darurat untuk warga Kelurahan Guntung.

Simulasi Tanggap Darurat yang dilakukan di Kelurahan Lok Tuan bertujuan untuk mensosialisasikan program K3, khususnya di bidang pencegahan dan penanggulangan kebocoran amoniak, evakuasi korban dan P3K bagi masyarakat di buffer zone Perusahaan. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahim sehingga tercipta sinergi yang semakin baik antara Perusahaan dengan masyarakat.

Simulasi Tanggap Darurat ini merupakan wujud kepedulian Pupuk Kaltim kepada masyarakat buffer zone, dimana Kelurahan Lok Tuan merupakan salah satu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat produksi Pupuk Kaltim.

Dalam sambutannya, GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid menyampaikan bahwa kegiatan ini melatih kesigapan warga dan terbentuknya sistim penanggulangan keadaan darurat di pemukiman sehingga proses evakuasi lebih terkoordinasi.

“Untuk itu, aspek keselamatan manusia menjadi perhatian utama Pupuk Kaltim, khususnya dalam meminimalisir kemungkinan kecelakaan industri. Langkah-langkah penyelamatan juga telah diprogramkan secara matang dan diantisipasi dari semua aspek yang dapat menimbulkan bahaya besar”, beber Nur Sahid.

Sementara, Lurah Lok Tuan, Sofyansyah mengucapankan terima kasih kepada Pupuk Kaltim atas kontribusi penyelenggaraan Simulasi Tanggap Darurat.

“Selain itu, kegiatan ini merupakan ajang untuk melatih kesigapan dan ketanggapan warga dalam penanggulangan kecelakaan industri dan mempertahankan predikat Kelurahan Loktuan sebagai Kelurahan Tangguh dan Siaga se-Kota Bontang”, tutur Sofyansyah.

Pupuk Kaltim juga rutin melakukan Simulasi Tanggap Darurat setiap tahunnya untuk karyawan yang diimplementasikan langsung di lapangan. Kegiatan tersebut diskenariokan seolah-olah benar-benar terjadi kecelakaan industri yang bertujuan untuk melihat bagaimana kesiapan karyawan Pupuk Kaltim terkait apabila benar-benar terjadi kecelakaan tersebut serta mengevaluasi segala kekurangan dalam latihan agar dapat diterapkan dengan maksimal.

Pelaksanaan K3 adalah tanggung jawab semua pihak, kita diminta berperan aktif untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan serta menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya di setiap kegiatan. (*)

Reporter : Riska | Humas PKT    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0