23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Masih Banyak Guru Honorer dan Bidan Kecamatan di Kutim Belum Dapat Upah Layak


Masih Banyak Guru Honorer dan Bidan Kecamatan di Kutim Belum Dapat Upah Layak
Rapat Koordinasi Bupati Kutai Timur

KLIKPENAJAM.COM - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar, kerap mendapat keluhaan dari guru honor dan bidan di daerah kecamatan terkait upah yang tidak layak.

"Kalau saya kunjungan, banyak keluhan dari honor bidan di Puskesmas dan guru sekolah yang masih digaji Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per bulan," ungkap Ismu usai rapat kordinasi beserta OPD Kutim, Senin, 6 Maret 2017

Ismunandar prihatin dengan kesejahteraan guru dan bidan di Kecamatan. Seharusnya sebagai ujung tombak pendidikan dan kesehatan, mereka mendapatkan apresiasi dengan upah yang cukup.

"Bahkan ada yang 8 tahun mengabdi, masih tetap honor dan gajinya sangat sedikit, ini kan tidak adil," tutur Ismu, panggilan akrab Ismunandar.

Karena itu, Pemkab Kutim kata Ismu, akan mengangkat 300 guru dan bidan honor menjadi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D), sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan melalui pendapatan yang lebih baik.

Pengangkatan tenaga honor menjadi TK2D di Kecamatan akan melihat masa pengabdian. Jika masa kerja lebih dari dua tahun, maka dipastikan tenaga honor tersebut diangkat menjadi TK2D.

Untuk membayar upah 300 TK2D baru itu, Pemkab Kutim akan mengalokasikan dana dari potongan gaji TK2D sebesar 10 sampai 15 persen. “Mengingat keuangan tidak stabil, dan ada penambahan, maka gaji dibayarkan tidak secara full, pemotongan sekitar 10 sampai 15 persen," katanya.

Selain itu, Ismunandar juga meminta Sekertaris Daerah (Sekda) untuk menyeleksi TK2D yang ada di Kabupaten, untuk menghindari penumpukan. Setelah seleksi, TK2D Kabupaten akan ditempatkan di setiap Kecamatan.

"Saya sudah minta Sekda untuk seleksi, tenaga kontrak kita banyak menumpuk, sedangkan di Kecamatan masih kurang, maka kita akan distribusikan ke Kecamatan," katanya. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0