20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sadar Tertukar Setelah 41 Tahun Berteman


Sadar Tertukar Setelah 41 Tahun Berteman
David Tait Jr (kiri) and Leon Swanson tertukar sejak bayi, dan mendapati setelah 41 tahun bahwa orang tua mereka bukan orang tua mereka.

KLIKPENAJAM - Pernah menonton serial televisi Turki berjudul Chansu dan Hazal. Cerita yang didramatisir di televisi itu justru terjadi dengan ending yang luar biasa mengharukan di dunia nyata. Dua anggota sebuah komunitas suku asli di Kanada baru mengetahui bahwa mereka saling tertukar keluarga pada saat lahir, 41 tahun yang lalu. Dalam satu tahun terakhir, ini merupakan kasus kedua tertukarnya anggota keluarga yang kemudian bisa diketahui.

Menteri Kesehatan Kanada mengatakan, kasus itu adalah "peringatan penting" tentang kebutuhan mendesak untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi semua warga.

David Tait dan Leon Swanson tertukar di rumah sakit milik pemerintah, Norway House, pada tahun 1975. Leon Swanson dan David Tait Jr saling mengenal satu sama lain dan sama-sama hidup di kota yang berpenduduk 5.000 orang, yang sebagian besar penduduknya adalah suku asli dari Cree Nation.

Namun, tes DNA mengukuhkan bahwa, tak lama setelah mereka lahir, mereka dikirim ke rumah orangtua biologis yang berbeda. Tait, yang hampir meledak dalam tangis saat konferensi pers, mengatakan, ia merasa "bingung, gelisah, dan marah." 

"Ini akan memengaruhi hidup kami selamanya, sudah pasti, ini akan merupakan perjalanan (kerumitan psikologis) yang panjang...," ujar Tait. Dia mengatakan, orang-orang yang membesarkannya, ayah dan ibu dari Leon Swanson, "akan selalu menjadi ayah dan ibu, terlepas dari apa pun."

Namun, kini dia merasa "punya saudara yang lain, ibu dan ayah yang lain." 

David Tait Sr mengatakan, kedua keluarga akan menjadi lebih dekat akibat informasi baru ini. "Kami sepakat bahwa kami akan menjadi satu keluarga." Adapun Nyonya Tait mengatakan bahwa semua orangtua yang terlibat "ingin terus memperlakukan mereka sebagai anak-anak mereka sendiri."



Reporter : Kompas.com/BBC    Editor : Gumelar Akbar



Comments

comments


Komentar: 0