20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Harga Bawang Putih di Bontang Tembus 70 Ribu Sekilo


Harga Bawang Putih di Bontang Tembus 70 Ribu Sekilo
Rombongan Sidak Komisi I DPRD Bontang bersama Kapolres AKBP Dedi Agustono memantau harga di pasar Telihan, Jumat (26/5/2017).

KLIKPENAJAM.COM - Memasuki bulan suci Ramadan 1438 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Bontang merangkak naik. Terutama sejumlah kebutuhan dapur dan sembilan bahan pokok (Sembako) terkoreksi naik Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu dari harga sebelumnya.

Hasil pantauan di lapangan, harga bawang putih merupakan peringkat pertama lonjakan harga barang, mencapai Rp 70 ribu per kilogramnya, atau naik Rp 30 ribu dari harga sebelumnya. Kemudian menyusul, cabai rawit naik Rp 15 ribu dari pekan sebelumnya.

Pedagang sayur, Monica menuturkan lonjakan harga mulai terjadi sejak sepekan belakangan ini. Menurut dia, kenaikan bawang putih dan cabai rawit lantaran harga telah naik dari tengkulak penyalur. Selain itu, stok barang pun terbatas sehingga memicu kenaikan harga yang cukup tinggi dibanding komoditi lainya.

“Kalau stok saya sudah tidak ada beberapa hari ini, karena mahal juga dari tengkulaknya,” ujar Monica saat Komisi I DPRD Bontang, bersama Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono, Kadis Dinas Perdagangan, Mursyid dan jajaran pemerintah di pasar tradisional Telihan, Jumat (26/5).

Menurut Monica, berbeda dengan tahun sebelumnya. Kenaikan harga barang tahun ini tidak berlaku menyeluruh. Misalnya, harga tomat, cabai merah, dan sayur mayur masih terpantau stabil sejak beberapa pekan terakhir.

Bahkan, untuk komoditi bawang merah justru merosot turun dari pekan sebelumnya. Semula, harga per kilogram bawang merah dilepas Rp 30 ribu. Kini Monica dan pedagang lainya menjual dengan harga Rp 25 ribu per kilogramnya.

“Kalau Lombok naik juga dari Rp 35 ribu ke Rp 50 ribu, tapi untuk barang lainya tetap atau stabil,” katanya.

Di lokasi yang sama, rombongan Sidak juga memantau harga sembako lainya, seperti telur, ikan, ayam dan daging sapi. Pantauan harga lauk pauk ini juga alami kenaikan, namun tidak terlalu sifinifikan.

Pedagang daging, Rusli mengaku kini menjual dagingnya dikisaran harga Rp 135 ribu atau naik Rp 5 ribu dari dua pekan sebelumnya. Menurutnya, kenaikan ini wajar terjadi jelang Ramadan. Puncak kenaikan harga akan kembali terjadi jelang Idul Fitri nanti.

Sama seperti harga daging, pedagang ikan laut juga mengaku terjadi rata-rata pedagang memasarkan ikan mereka naik Rp 5 ribu dari harga sebelumnya.

“Mungkin sepekan setelah puasa biasanya normal kembali pak, nanti naik lagi kalau mau lebaran,” ujar Rusli,” kata dia.

Namun,berbeda dengan komoditi tersebut harga daging ayam dan telur terkoreksi stabil. Telur masih dipasarkan dengan harga Rp 44 ribu sama seperti harga sebelumnya, begitupula daging ayam masih dilepas pedagang berkisar Rp 43 ribu – Rp 45 ribu tergantung ukurannya.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0