23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Anggaran Terbatas, Satpol PP Kesulitan Patroli Seluruh Kawasan


Anggaran Terbatas, Satpol PP Kesulitan Patroli Seluruh Kawasan
Kepala Seksi Operasional Satpol PP Kabupaten PPU Muhtar

KLIKPENAJAM.COM - Guna mengantisipasi pelanggaran sekaligus penanganan penyakit masyarakat selama Ramadhan 1438 H, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) intensifkan patroli rutin sebanyak dua kali sehari, hingga lebaran Idul Fitri mendatang.

Sejumlah wilayah dan titik pantau yang disasar aparat Satpol PP, mulai kilometer nol hingga Jalan Silkar Kelurahan Petung, termasuk kawasan tempat hiburan malam. Sementara untuk jarak yang lumayan jauh dari ibukota kabupaten, Satpol PP tetap lakukan pantauan, meski tidak se-ketat wilayah pusat pemerintahan.

"Hal ini sengaja kami lakukan agar tidak ada tindakan yang melanggar dilakukan masyarakat selama Ramdhan. Apalagi ada laporan yang menyebut keberadaan wanita tuna susila masih beroperasi saat Ramadhan," ujar Kepala Seksi Operasional Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara Muhtar.

Kurang intensifnya pemantauan wilayah yang jauh dari Penajam, dikatakan Muhtar akibat keterbatasan yang dimiliki instansinya, baik dari sisi dukungan operasional patroli dan sebagainya. Mengingat anggaran kegiatan ketertiban umum yang diusulkan melalui APBD 2017 tidak terakomodir akibat defisit.

"Satpol PP tidak memiliki biaya melakukan kegiatan penertiban yang lokasinya jauh dari ibukota kabupaten, karena tidak ada anggaran," tambahnya.

Laporan masyarakat setempat menyebutkan sejumlah pekerja seks komersial di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, semakin marak beroperasi, bahkan pada Ramadhan ini. Puluhan PSK beroperasi di enam warung remang-remang, diduga imbas ditutupnya lokalisasi Lembah Harapan Kilometer 17 dan Manggar Sari di Kota Balikpapan.

"Kami tidak bisa melakukan penertiban di wilayah Sepaku, karena jaraknya jauh dari ibukota kabupaten. Untuk penertiban ke Sepaku perlu biaya operasional sedikitnya Rp5 juta sekali jalan," tambahnya.

Informasi menyebut, selain di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, warung remang-remang yang diduga tempat prostitusi terselubung juga diketahui berada di Kecamatan Waru.

Sejumlah masyarakat mengaku resah dengan kegiatan ilegal tersebut dan meminta instansi terkait segera melakukan penertiban.

"Kami hanya bisa mencatat laporan warga, karena untuk turun ke lapangan melakukan penertiban saat ini masih terkendala anggaran," pungkas Muhtar. (*)




Comments

comments


Komentar: 0