20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Awang Faroek : Tolong Perhatikan Kaltim Pak Presiden


Awang Faroek : Tolong Perhatikan Kaltim Pak Presiden
Presiden Jokowi saat groundbreaking rel kereta Kaltim di PPU

KLIKPENAJAMGubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, minta agar Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian lebih bagi masyarakat Kalimantan Timur. Mengingat sejauh ini masih kurangnya perhatian terhadap pembangunan di Kalimantan Timur, membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat pun seakan berjalan di tempat.

Kebutuhan dasar masyarakat jelas Awang masih menjadi permasalahan utama di Kalimantan Timur. Seperti halnya kebutuhan akan pasokan gas, bahan bakar, dan listrik. Kaltim sebagai penghasil tersebesar untuk kekayaan alam tersebut, justru tertinggalkan dari daerah lainnya di Indonesia.

"Kami harap bapak bisa lebih perhatikan kami, jangan lupakan masyarakat yang telah memilih hingga suara bapak unggul di Kaltim," ujar Awang dalam agenda groundbreaking rel kereta Kaltim di Buluminung PPU, Kamis, 19 November 2015.

Secara berulang, Awang terus mengingatkan agar pembangunan Kaltim dapat menjadi salah satu prioritas dan perhatian pusat. sebagai penyumbang dana terbesar, Kaltim menurutnya kini menagih janji Pemerintah mendukung proyek pembangunan yang kerap terhambat.

"Kapan lagi kita bisa bicara seperti ini didepan Presiden," ungkapnya kemudian.

Sementara Presiden RI Joko Widodo, menyatakan komitmen untuk terus membangun daerah di Indonesia, melalui sejumlah percepatan yang ada. Pemerintah Pusat menurutnya akan terus mendukung program daerah, selama untuk kepentingan rakyat dan kemajuan pembangunan.

Jokowi pun mengingatkan Pemerintah Provinsi Kaltim, untuk serius mengawal pembangunan yang kini berjalan. Layaknya pembangunan rel kereta kaltim yang menelan anggaran mencapai Rp. 72 Triliun.

"Pemerintah pusat akan terus mendukung dan lebih memperhatikan daerah. Namun pemerintah daerah juga harus konsisten melaksanakan pembangunan. Seperti saat ini, jangan hanya groundbreaking-groundbreaking saja tapi tidak berlanjut. mengingat anggarannya sangat fantastis," terang Jokowi. (*)

Reporter : Andrianto    Editor : Gumelar Akbar



Comments

comments


Komentar: 0