23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kelola Migas, Yusran Kembali Tegaskan Skema B to B


Kelola Migas, Yusran Kembali Tegaskan Skema B to B
Forum group Discusion (Humas)

KLIKPENAJAM.COM - Chevron Indonesia Company (CICO) sudah dipastikan tidak akan memperpanjang kontrak atas pengelolaan Blok East Kalimantan setelah berakhir 24 Oktober 2018 mendatang.

Pengunduran diri dalam hubungan kontraktual pengelolaan wilayah Migas pun memiliki konsekuensi penyerahan seluruh aset, manajemen,serta wilayah pengelolaan kepada pemerintah.

Diungkapkan Muhammad Muhdar, selaku Narasumber Forum Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu, menilai keputusan Chevron sangat berbeda dibandingkan Total Indonesia, dalam mengelola Blok Mahakam. Dimana nantinya akan berakhir 31 Desember 2017.

Total Indonesia kata dia, ingin melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam, meski Pemerintah lebih memilih menyerahkan kepada Pertamina.

Baik karena alasan politik penguasaan secara adil atas sumber daya alam (SDA), maupun 'pressure' dari berbagai pihak.

Chevron mulai membaca peta masa depan pengusaan Blok East Kalimantan, yang akan memiliki akhir yang sama seperti Total Indonesia.

Dengan demikian, cukup beralasan untuk tidak memperpanjang kontrak, termasuk alasan pertimbangan teknis, seperti penurunan produksi minyak siap jual (lifting Migas), harga minyak internasional, dan kemungkinan lebih memfokuskan blok yang lebih potensial di berbagai wilayah kerjanya. Serta kewajiban pengelolaan lingkungan pasca kegiatan eksploitasi.

Melihat peluang ini WK Eastkal yang beroperasi di wilayah PPU bersama Pemkab sangat berkeinginan untuk bisa ikut dalam pengelolaan SDA. Karena masih ada potensi yang bisa dihasilkan dari WK yang akan di tinggalkan CICO.

Dari beberapa skema penawaran, yang memungkinakan untuk terlibat pengelolaan adalah dengan cara Skema Business to Business (B to B), serta Pola Participating Interest (PI) dengan tidak membatasi 10 persen. Atau pilihan lainnya menerima skema PI 10 persen tersebut.

"Dari ketiga skema ini, yang paling memungkinkan adalah PI 10 persen. Sebab skema ini sudah pasti, dan tidak perlu repot dengan usaha maksimal. Karena sudah dipastikan mendapatkannya," ujar Muhdar.






Comments

comments


Komentar: 0