23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Atasi Kendala Pengumpulan Data Gender dan Anak Melalui e-SIGA


Atasi Kendala Pengumpulan Data Gender dan Anak Melalui e-SIGA
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi Pembangunan Bank Data, Gender, dan Anak, melalui data Elektronik Sistem Informasi Data Gender dan Anak (e-SIGA)

KLIKPENAJAM.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi Pembangunan Bank Data, Gender, dan Anak, melalui data Elektronik Sistem Informasi Data Gender dan Anak (e-SIGA). Senin, 21 Agustus 2017.

Diungkapkan Kepala DP3AP2KB Riviana Noor, kegiatan ini dalam upaya mengatasi kendala pengumpulan data gender dan anak. Pasca evaluasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) terkait evaluasi indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sebab diakui, saat evaluasi pihaknya mengalami kesulitan pengumpulan data yang terkait dengan anak.

"Atas kesulitan itulah yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini. Sehingga kedepan kita bisa mendapatkan data dengan lebih mudah," ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan ini pun guna menindaklanjuti tugas dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), agar peserta yang telah mengikuti Diklat Penyusunan Proyek Perubahan melalui e-SIGA, dapat menjadi petugas e-SIGA.

"Melalui sistem e-SIGA diharap seluruh masalah yang menyangkut data dapat kita atasi bersama,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini terdapat beberapa insatansi yang erat hubungannya dengan pembangunan bank data. Seperti halnya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, DPMD dan sebagainya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan dinas lainnya dilingkup Pemkab PPU akan terlibat didalamnya, karena ada beberapa indikator dan variable yang berhubungan dengan instansi tersebut.

“Makanya kami sangat membutuhkan dukungan dari instansi terkait tersebut,” tandasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai proyek perubahan, berangkat dari ketidaktersediaan data terkait gender dan anak. Dimana pemilahan data sangat dibutuhkan dalam suatu perencanaan di bidang kesetaraaan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

“Sesuai Peraturan Menteri PP dan PA Nomor 5 Tahun 2014, tertuang prosedur bagaimana menyusun data gender dan anak. Nantinya akan digunakan sebagai perencanaan pelaksanaan pemantauan evaluasi dan pelaporan, terkhusus untuk bidang gender dan anak,” terang Riviana Noor. (*)




Comments

comments


Komentar: 0