21 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tangkal Informasi Bohong, PPU Deklarasi Anti Hoax


Tangkal Informasi Bohong, PPU Deklarasi Anti Hoax
Bupati PPU Yusran Aspar Deklarasikan Anti Hoax (Foto: Humas)

KLIKPENAJAM.COM - Deklarasi Anti Hoax di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaksanakan bertepatan setelah upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila, dibacakan langsung Bupati Yusran Aspar, dan disaksikan seluruh unsur muspida, OPD, bersama peserta upacara.

Deklarasi Anti Hoax ini dalam upaya menolak dan melawan segala informasi dan berita hoax yang beredar. Berisi sejumlah poin, sebagai komitmen seluruh lapisan masyarakat PPU:

1. Menolak setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, baik individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

2. Bersatu padu, saling menghormati, dan saling menguatkan untuk terus menyuarakan kebenaran dan melawan berbagai bentuk fitnah, kebohongan, atau hoax.

3. Mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan gender, usia, agama, suku dan golongan, serta memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif. Cerdas dan mengedukasi masyarakat, dengan menyampaikan berbagai informasi yang benar, dan tidak menjadi penyebar hoax.

4. Mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing secara baik, mulai diri pribadi, keluarga, dan lingkungan, untuk menjaga situasi dan kondisi PPU tetap kondusif, aman, dan damai.

Dikatakan Bupati Yusran, penyebaran kebencian dan fitnah melalui media sosial (medsos) merupakan tindakan yang salah, dan mengarah kepada pembunuhan karakter.

"Kita sebagai masyarakat PPU harus ada kesadaran untuk menolak berita hoax tersebut," ujar Yusran.

Begitupun dengan pemberitaan, meski dikategorikan tidak terlalu parah, namun ada beberapa berita yang dinilainya salah saat mengamati subjek serta objek berita yang disampaikan.

"Jangan sampai karena ketidakpuasan akan sebuah persoalan, sehingga menimbulkan hoax," lanjutnya.

Diharap Yusran, seluruh pihak baik OPD dan masyarakat, agar tetap menjaga dan jangan sampai kebablasan dalam memanfaatkan teknologi informasi yang sangat berkembang belakangan ini.

Begitupun dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya, dapat lebih diperjelas terlebih dulu, sehingga tidak menjadi hoax dan berpotensi membuat keresahan di masyarakat.

"Jangan sampai kita menerima informasi secara mentah, tanpa mencari terlebih dulu sumber kebenaran yang ada," tandasnya.

Senada, Wakil Ketua II DPRD PPU Sudirman, pun berharap dengan adanya deklarasi anti hoax ini, penyebaran informasi yang belum jelas diketahui kebenarannya dapat diminimalisir, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

"Pasca deklarasi ini, perlu adanya pemberitahuan, pengumuman, atau selebaran di tiap OPD dan masyarakat. Agar kita bersama bisa menangkal hoax yang bisa saja beredar masif," ucap Sudirman.(*)




Comments

comments


Komentar: 0