14 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Buntut Mogok Massal Sopir Angkot, Dishub Balikpapan Tutup Layanan Taksi Online


Buntut Mogok Massal Sopir Angkot, Dishub Balikpapan Tutup Layanan Taksi Online
Titik mogok massal angkot juga terjadi di wilayah Batu Ampar. (klik)

KLIKPENAJAM.COM - Demo menolak keberadaan angkutan atau taksi online di Balikpapan, dilakukan lagi, Rabu, 11/10/2017. Dalam tahun 2017, demo serupa sedikitnya sudah dilakukan tiga kali. Tapi, kali ini, demo yang dilakukan gabungan sopir angkot dan taksi konvensional sempat menurunkan secara paksa penumpang yang sudah menaiki angkutan kota.

"Turun, turun, ayo semua penumpang turun," teriak sopir yang mencegat angkot di area persimpangan Muara Rapak. Para penumpang, mau tak mau terpaksa turun. Kendati demikian, mereka tidak dikenai tarif. Sopir angkot kompak mogok massal di beberapa titik. Selain angkot, sopir taksi juga melakukan aksi mogok serupa.

Konsentrasi pemogokan juga terjadi di Jalan Jendral Sudirman depan gedung Walikota Balikpapan. Bahkan jejeran taksi memanjang sampai Taman Bekapai. Di tempat lain, ada lagi titik pemogokan. Seperti di Simpang Tiga Terminal Batu Ampar, Kilo 4. Akibatnya para penumpang terlantar di jalan.

Tapi untung saja, di SPBU sekitar wilayah itu terdapat bus polisi. "Naik Bu, ayo sini," ajak seorang lelaki, yang mengajak perempuan baya naik bus polisi, 11/10/2017 pagi.

Selain bus tiga perempat bertuliskan Polres Balikpapan, ada pula bantuan polisi lain yang membantu penumpang terlantar. Mereka diangkut dengan mobil polisi bak terbuka. Polisi membantu penumpang yang terlantar di depan Terminal Batu Ampar. Beberapa penumpang pun tampak tertawa. Di daerah itu juga tampak mobil Satpol PP Balikpapan membantu mengangkut penumpang.

Sedangkan titik konsentrasi terbesar sopir angkot dan taksi yang mogok, berada di jalan Jenderal Sudirman. Ratusan sopir ini menuju ke DPRD Balikpapan untuk berdemonstrasi bersama ribuan sopir lainnya. Bahkan satu jalur jalan protokol di Jenderal ditutup oleh para sopir sehingga arus lalu lintas sempat padat merayap sekitar dua kilometer.

Menanggapi aksi tersebut, Pemkot Balikpapan mengambil langkah untuk menutup sementara operasional taksi online, terdiri dari Gojek, Grab dan Uber. Penegasan diutarakan langsung Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksana.

Menurut Sudirman, penutupan berdasarkan surat putusan Gubernur Kalimantan Timur pada 19 September 2017 ihwal penghentian sementara operasional angkutan umum berbasis online. Ia memaparkan, pihaknya akan melakukan putusan surat Gubernur Kaltim terkait penutupan sementara hari ini. "Sesuai kewenangan, taksi online ini seluruh perizinannya ada di provinsi," jelas Sudirman.

Ia bilang, Gubernur pada 19 sepetember telah mengeluarkan surat penghentian sementara. Selanjutnya, "Ditindaklanjuti surat Dinas Perhubungan Provinsi pada 29 September untuk menutup sementara," paparnya.

Untuk itu, pihaknya bersama beberapa polisi dan parlemen bakal memberitahukan pada manajemen tiga taksi online itu. Seluruh angkutan berbasis online di Balikpapan diimbau untuk mengerti dan menjalankan penghentian operasionalnya.

"Kami bersama satpol PP, kepolisian dan DPRD secara bersamaan untuk menyampaikan hal ini kepada masing-masing manajemen taksi online," ujarnya.(*)

Reporter : Nina Karmila    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0