18 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kepsek di Kaltim Diduga Masih Banyak yang Titipan


Kepsek di Kaltim Diduga Masih Banyak yang Titipan
Anggota DPRD Kaltim, Siti Qomariah

KLIKPENAJAM.COM - Peran kepala sekolah dalam dunia pendidikan tak dapat dinafikan. Kepala sekolah merupakan lokomotif pendidikan, selain para guru, yang menjadi teladan sekaligus pencipta kebijakan sekolah agar terus berkembang.

Namun, pada kenyataannya, kerap terdapat isu yang kurang sedap di atas nama kepala sekolah. Misal, bagi dunia pendidikan di Kaltim.

Berkembang isu adanya kepala sekolah yang merupakan titipan oknum kepala daerah dan jajarannya. Hal ini diungkapkan Komisi 4 DPRD Kaltim.

Anggota DPRD Kaltim, Siti Qomariah menyayangkan jika hal itu terus terjadi. Pasalnya, penempatan kepala sekolah yang tanpa melalui uji kompensi dan seleksi yang tepat, akan berpengaruh terhaap perkembangan dan kinerja sekolah bersangkutan.

"Kepsek titipan tidak memiliki kompetensi tidak profesional. Harus dihindari, Diseleksi bener-bener. Ada yang mempertanyakan titipan-titipan itu," ujar Siti Qomariah usai Rapat Dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Kaltim, Selasa 10 Oktober 2017.

Qamay, sapaannya, juga menyayangkan adanya pegawai yang berpotensi menjadi kepala sekolah namun kenyataannya justru terdepak ke instansi lain yang tidak sesuai kompentensi yang dimilikinya.

"Ada, yang menang pilkada ada titipan. Sebenarnya punya kompetensi di kepala sekolah, tapi kenyataannya ditarik ke mana-mana. Sayang sekali sehingga ditempatkanlah orang-orang yang tidak sesuai kompetensinya," tegas Qamay.

Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD Kaltim ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltim, Sudirman. Menurut Sudriman, penunjukan kepala sekolah terindikasi karena kepala sekolah menjadi tim sukses kepala daerah saat kampanye.

Hal itu terjadi sebelum adanya pelimpahan kewenangan sekolah ke provinsi. Karena itu Dinas Pendidikan Kaltim menggelar uji kompetensi secara terbuka bagi siapapun yang akan ikut seleksi.

"Banyak diangkat menjadi kepala sekolah tidak memiliki sertifikat karena menjadi tim sukses walikota atau bupati. Nah, setelah di provinsi, kami baru-baru ini mengadakan uji kompetensi kepala sekolah," ujar Sudriman. (Adv)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0