18 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Waduh, Satu Keluarga Kompak Jualan Sabu


Waduh, Satu Keluarga Kompak Jualan Sabu
Para tersangka kasus narkoba di Samarinda.

KLIKPENAJAM.COM - Masalah ekonomi kerap menjadi dalih pengedar narkoba untuk terus menjalankan bisnis haram tersebut. Butuh uang jadi pemicu tiga orang dalam satu keluarga di Samarinda, Kalimantan Timur, harus meringkuk di penjara gara-gara bisnis narkoba jenis sabu. Polisi meringkus empat orang dalam peredaran narkoba itu.

Satreskoba Polresta Samarinda kembali mengamankan pelaku peredaran narkoba di dua lokasi berbeda, yang dilakukan pada Selasa (10/10/2017) kemarin.

Mereka adalah Dewiyana (47), Anugrah (25), Indah Erawati (37) serta seorang nenek, Yuliana (58). Anugrah, Indah dan Yuliana, adalah satu keluarga yang berbisnis sabu. Keempatnya dibekuk Satreskoba Polresta Samarinda di dua lokasi berbeda, yang dilakukan pada Selasa (10/10/2017) kemarin.

Dari empat pelaku yang diamankan, tiga diantaranya masih terdapat hubungan keluarga. Pengungkapan itu berawal dari diamankannya seorang wanita berusia 47 tahun, yang telah memiliki seorang cucu, bernama Dewiyana, di jalan Tongkol.

Polisi awalnya mengendus rencana transaksi narkoba di bantaran Sungai Karang Mumus di Jalan Tongkol, Samarinda, sekira pukul 18.00 WITA. Petugas pun gerak cepat melakukan penyelidikan.

"Kita temukan Dewiyana. Begitu kita sergap, dia berusaha buang 1 bungkus kecil diduga sabu," kata Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda Ipda Teguh Wibowo, kepada wartawan di kantornya, Rabu (11/10/2017).

"Satu poket sabu itu berhasil kita amankan. Barang bukti seberat 0,43 gram itu, diakuinya miliknya pelaku (Dewiyana)."

Sekira pukul 19.00 WITA, petugas bergegas melakukan pengembangan, mencari pemasok sabu kepada Dewiyana. Penyelidikan mengarah ke sebuah rumah di Jalan Lambung Mangkurat. "Di rumah itu, kita amankan tiga orang sekaligus. Anugrah, Indah dan Yuliana," sebut Teguh.

"Kita temukan antara lain sabu seberat 5,18 gram yang sudah dipecah ke dalam 10 poket siap edar. Jadi, empat orang ini kita bawa ke kantor (Polresta Samarinda)," terangnya.

Dari keterangan ketiga keluarga itu, diketahui bisnis narkoba itu dilakoni satu bulan terakhir, dan sudah tiga kali menjual barang haram itu. "Alasannya ya karena tidak ada pekerjaan. Si nenek perlu uang untuk kasih makan cucunya. Dan juga suaminya minggat. Jadi bisnis sabu ini, buat nambah penghasilan," sebut Teguh yang dibenarkan oleh tiga anggota keluarga itu.

Sementara dari pengakuan Dewiyana, dirinya mengaku diminta untuk membelikan sabu seharga Rp 100 ribu oleh pemesanya, dijanjikan upah sebesar Rp 50 ribu, pelaku pun dengan setia menunggu pelangganya di pinggir jalan tersebut.

"Dikasih uang Rp 150 ribu, saya dapat Rp 50 ribu. Lumayan uangnya untuk tambah-tambah penghasilan, karena suami kan hanya buruh pelabuhan. Namun, saat saya menunggu, yang datang malah polisi," ucapnya.(*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0