15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dukung KPK, Aktivis Kaltim Gelar Aksi Cukur Rambut


Dukung KPK, Aktivis Kaltim Gelar Aksi Cukur Rambut
Aksi mencukur rambut hingga plontos oleh aktivis di Kalimantan Timur sebagai tanda dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi, Kamis, 12 Oktber 2017 di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKPENAJAM.COM - Puluhan aktivis melakukan aksi cukur rambut di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Kamis, 12 Oktober 2017. Aksi yang dilakukan oleh sekira 10 orang aktivis itu merupakan simbolisasi dukungan terhadap KPK dalam menuntaskan masalah korupsi di Kaltim.

"Ini adalah bentuk kita berada dalam barisan memerangi korupsi. Siapapun pelakunya, mau penegak hukum, birokrat, pemegang kekuasaan, harus dibersihkan," ucap Ketua Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang, yang juga turut mencukur habis rambutnya.

Para aktivis ini mulai sekira pukul 15.00 WITA. Puluhan orang mulai berdiri dengan payung berisi sejumlah kata-kata yang dibentangkan dan ditaruh di jalan. Pada spanduk tersebut, tertulis stop kriminalisasi petani hingga tuntaskan pembunuhan Munir.

Pun ada orasi yang dilakukan massa bergantian diselingi stand-up comedy bertema kritisi pemerintahan.

Turut hadir Ketua Jatam Nasional, Merah Johansyah, yang ikut dalam aksi cukur rambut. Ia menuturkan, dalam waktu menyambut pemilihan Gubernur, masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki hati nurani.

"Pemimpin yang memiliki hati nurani dan tidak mau korupsi. Mudah-mudahan ini tidak menjadi aksi simbolis saja, tapi benar-benar mencukur habis tindak-tanduk korupsi di Kalimantan Timur ini dan dalam bentuk dukungan barisan KPK," ungkapnya.

Merah berpesan, negara yang hebat ialah negara yang bebas dari korupsi.

"Karena yang membuat sebuah negara itu gagal, bukan karena kehabisan sumber daya alam, tapi kehabisan orang yang memiliki integritas. Karena korupsi yang selalu menggerogoti dari dalam," bebernya.

Selesai mencukur rambut, massa aktivis lalu melemparkan rambut ke Sungai Mahakam sebagai ubgkapan hukuman bagi para koruptor. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0