20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Sakit Hati Dimarahi, Remaja 14 Tahun Nekat Gantung Diri


Diduga Sakit Hati Dimarahi, Remaja 14 Tahun Nekat Gantung Diri
Jenazah DV saat dibawa untuk dikebumikan (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diduga nekat gantung diri, usai dimarahi orangtuanya.

Korban berinisial DV (14) ini pun diduga sakit hati setelah dimarahi karena nilai semesternya yang rendah. Ia pun ditemukan meninggal dunia di Jl Cendana Desa Bangun Mulya, Rabu (25/10) sekira pukul 05.30 Wita

Berdasarkan keterangan Kepolisian Resor PPU, kejadian berawal pada Selasa (24/10) malam, sekira pukul 20.00 Wita, dimana korban ditegur orangtuanya, karena mengetahui nilai anaknya tersebut anjlok. Namun tanpa disangka, DV kemudian meninggalkan rumah sambil membawa pisau.

Cemas dengan anaknya keluar malam hari, kedua orangtua korban pun kemudian berupaya mencari, namun tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya melapor ke polisi.

“Orangtua korban melapor sekira pukul 23.30 Wita melalui Polsek Waru, dan langsung kami tindaklanjuti dengan mencari korban hingga pukul 03.00 subuh, tapi belum ketemu,”terang Kapolres PPU AKBP Teddy Ristiawan.

Dan akhirnya sekira pukul 05.30 Wita pihak kepolisian menerima informasi ada seorang remaja yang ditemukan gantung diri di RT 04 Jalan Cendana Desa Bangun Mulya, tepatnya dibelakang rumah milik warga atas nama Sukatman (58).

Polisi pun kemudian langsung mendatangi lokasi, dan menemukan korban DV tergantung dengan tali jemuran yang diikatkan pada kayu penyangga lampu milik warga setempat.

"Setelah shalat subuh istri bapak Sukatman ini membuka pintu belakangnya, dan melihat korban sudah tergantung. Kemudian mereka melaporkannya kepada Polisi," tambah Kapolres.

Sementara, orangtua korban EWD (34) mengungkapkan dirinya hanya menegur anaknya itu, lantaran sering bermain dan tidak belajar. Sehingga nilai ulangan semester DV anjlok. Ia pun sama sekali tak menyangka jika anaknya bisa berbuat senekat itu.

“Saya marah hanya menegur dan menyuruh belajar saja, tidak pernah saya marahi dia itu dengan kekerasan seperti memukul atau sebagainya. Saya orangtua mau lihat anak sukses, karena itulah saya tegur dia,” ucapnya lirih. (*)

*Aparat kpolisian tengah melakukan identifikasi di lokasi kejadian

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0