20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kerap Rusak, Mayoritas Armada PMK PPU Butuh Peremajaan


Kerap Rusak, Mayoritas Armada PMK PPU Butuh Peremajaan
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Yogyana (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Sepuluh unit armada pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diketahui sudah tidak layak fungsi, karena sering mengalami kerusakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Yogyana, dimana rata-rata damkar yang ada saat ini merupakan peninggalan dari Kabupaten Paser, yang tak kunjung diremajakan secara menyeluruh.

“Jumlah armada pemadam kebakaran kita 14 unit. Dan 10 unit diantaranya sering rusak," katanya.

Dirinya mengatakan, sementara ini DPKP hanya memanfaatkan armada yang ada, walaupun dengan kondisi seadanya dan tidak berfungsi maksimal.

“Walaupun 10 unit mobil ini istilahnya kurang sehat, kita tetap fungsikan. Jika ada kerusakan, kita coba lagi perbaiki agar dapat berfungsi,”ujarnya.

Menurut Yogyana, peremajaan belum bisa dilakukan pihaknya terhadap 10 unit damkar tersebut, karena butuh anggaran yang cukup besar. Sementara keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan akibat mengalami defisit.

“Untuk peremajaan kami membutuhkan sekitar Rp20 Miliar, karena peremajaan satu unit kendaraan berkisar Rp800 juta hingga Rp2 miliar. Tapi tergantung tipenya. Dan keadaan defisit seperti ini tidak memungkinkan untuk melakukan itu," terangnya.

Selain peremajaan damkar, DPKP kata dia, juga membutuhkan satu unit damkar baru bagi pos PMK di pesisir Kecamatan Penajam. Seperti Kelurahan Gersik, Pantai Lango, dan Jenebora. Sebab, akses jalan untuk masuk wilayah tersebut membutuhkan waktu lama, dengan kondisi jalan yang rusak.

Sehingga untuk mempermudah pelayanan, DPKP harus menambah pos dari jumlah saat ini sebanyak tujuh pos PMK yang tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.

“Hanya PMK Maridan yang memiliki satu unit armada. Idealnya satu pos dua armada. Karena saat proses pemadaman, satu unit fokus kepada kobaran api dan satunya penyuplai air,” tandasnya.

Ia pun tetap berupaya agar bisa secepatnya merealisasikan peremajaan dan penambahan unit damkar bagi pos di Kecamatan, sehingga mampu mengakomodir secara maksimal penanganan kebakaran sekira terjadi. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0