14 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Palsukan Dokumen Lahan, Oknum Lurah di Samarinda Jadi Tersangka


Diduga Palsukan Dokumen Lahan, Oknum Lurah di Samarinda Jadi Tersangka

KLIKPENAJAM.COM - Lurah di Samarinda, berinisial SLB, ditetapkan jadi tersangka pemalsuan dokumen pembebasan lahan. SLB dipanggil Kamis (16/11/2017) kemarin, namun mangkir. Di hari yang sama, kepolisian langsung melayangkan surat panggilan kedua.

Penepatan SLB sebagai tersangka atas tuduhan penyerobotan dan pemalsuan dokumen sebuah lahan di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda. Beberapa warga yang mengaku sebagai pemilik lahan melaporkan SLB ke Polresta Samarinda. Tak diketahui identitas pelapor dan kapan dilaporkan.

"Kita panggil untuk pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka. Kemarin tidak datang, kita berikan panggilan kedua. Jika masih mangkir akan melayangkan surat panggilan ketiga sekaligus melakukan penjemputan paksa " jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, kepada wartawan, Jumat (17/11/2017) sore.

Kasus itu sendiri, bergulir di tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Samarinda, sejak akhir Oktober 2017 lalu. Sudarsono tidak merinci jelas hari penetapan Lurah SLB jadi tersangka. Namun dikabarkan, penetapan status tersangka dilakukan belum lama ini.

"Kita terapkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Diduga, dia memalsukan dokumen untuk pembebasan lahan di Samarinda," ujar Sudarsono.

Kasus itu juga sudah memeriksa sejumlah saksi, dan diperiksa di ruang ekonomi khusus Satreskrim Polresta Samarinda. Termasuk, Lurah SLB, yang dikabarkan menggunakan 3 pengacara sebagai penasihat hukumnya.

Ditanya lebih jauh modus Lurah SLB, Sudarsono tidak menjelaskan secara gamblang. Dia hanya menganalogikan, tujuan seseorang untuk memalsukan dokumen. "Umumnya orang memalsukan dokumen, pastinya untuk memiliki," ujar Sudarsono.

Sementara, dalam penjelasannya kepada wartawan hari ini, Wali Kota Syaharie Jaang menegaskan, Pemkot menghormati proses hukum yang tengah bergulir di kepolisian, terkait kasus salah satu Lurahnya.

"Kalau terkait (status) tersangkanya, Pemkot mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Di Pemkot juga, Itda (Inspektorat Daerah) juga sedang bekerja, memeriksa soal dugaan pelanggaran si Lurah," kata Jaang, ditemui saat menghadiri acara di Perumahan Bukit Mediterania di Jalan MT Haryono.

"Nanti setelah keluar hasilnya, baru bisa ambil langkah. Kalau terbukti, sanksi terberatnya adalah pemecatan," pungkasnya.

Terpisah, Lurah SLB mengaku siap menjalani proses hukum yang sedang diarahkan kepadanya. Karena itu, dia mengaku sedang berkoordinasi dengan para penasihat hukumnya untuk memenuhi panggilan penyidik Polresta Samarinda. “Saya sedang siapkan pengacara untuk temani saya saat diperiksa di Polresta Samarinda,” ucapnya.

SLB menyatakan akan kooperatif dan tak mempersulit polisi untuk segera menuntaskan kasusnya. Sebab selama ini dia mengaku sudah memenuhi panggilan polisi ketika diperiksa beberapa waktu lalu. “Saya sudah dikonfirmasi soal kasus itu. Kalau dipanggil lagi untuk diperiksa, saya siap dating. Senin pekan depan saya mundur sebagai lurah. Agar saya bisa konsentrasi menghadapi proses hukum ini,” katanya.

Soal tuduhan dugaan penyerobotan, dia menyebut kasus aneh. Pasalnya, lahan seluas 30 hektare yang dimaksud dibeli sejak 1998 lalu. Saat itu lahan masih dalam bentuk hutan dan semak belukar. Pada 2014 lalu, lahan tersebut pun dibersihkan untuk diubah menjadi kebun. Untuk membersihkan lahan tersebut, dirinya mengeluarkan uang hampir 100. Belakangan masalah muncul setelah di lahan tersebut diduga memiliki kandungan batu bara.

“Kenapa saya tidak dilaporkan melakukan penyerobotan waktu lahan itu saya bersihkan. Kenapa setelah ada batu baranya baru saya dituduh menyerobot,” katanya. (*)

Reporter : Man    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0