20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Dia Srikandi Pengamanan Di Setwan DPRD Kutim


Ini Dia Srikandi Pengamanan Di Setwan DPRD Kutim
Tuti Agustina (20) dan Sheila Melinda (17)

KLIKPENAJAMMasih begitu muda, dua dara ini sudah mengemban tugas yang umum dilakoni pria-pria garang. Tuti Agustina (20) dan Sheila Melinda (17), tak pernah terlintas dipikiran keduanya hingga akhirnya bergabung dalam personel Pengamanan Dalam (Pamdal) di lingkungan Sekretariat DPRD Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dari dialog bersama KlikSangatta (KlikGroup), menjadi anak kedua dari empat bersaudari, Tuti Agustina memutuskan menjadi petugas Pamdal setelah menyelesaikan sekolahnya di SMK Parti Loa Kulu Tenggarong. Berbekal pengalaman organisasi seperti Paskibraka dan Palang Merah Remaja, semakin memudahkan ia menyatu dengan profesinya kali ini.

“Tidak kepikiran sebelumnya. Tapi ini kebanggaan tersendiri karena tidak semua perempuan bisa menjalani profesi seperti ini,” ungkap gadis kelahiran Tenggarong, 5 Agustus itu.

Lain lagi dengan kisah Sheila Melinda. Sebelum sempat menyelesaikan sekolahnya di SMK Muhammaiyah 1 Sangatta, ia memilih berhenti karena telah bekerja berpindah-pindah. Menjadi petugas Pamdal pun dilakoninya lantaran ada ajakan di kemudian hari. “Tapi sekarang saya mau ujian paket susulan. Ke depan pun rencana mau kuliah,” katanya.

Sheila masuk belakangan, sebulan setelah Tuti lebih dulu bertugas di Januari 2015. Tapi keduanya sudah tampak sigap menjalani pekerjaan yang rentan bersinggungan dengan orang lain tersebut. Bisa jadi karena keduanya telah mendapatkan pelatihan orientasi dan fisik dari Polres Kutai Timur pada pertengahan Mei 2015 lalu.

Diberikan pelatihan kedisiplinan dan beladiri sederhana, membuat keduanya cukup pede saat diperintahkan untuk menghadang puluhan mahasiswa yang datang berdemo ke kantor DPRD Kutim beberapa waktu lalu. Lanjut Sheila, gadis periang dan tampaknya senang berbicara itu, dirinya memahami resiko pekerjaan dan bagaimana cara mengatasinya.

“Menghindari kontak fisik yang jelas, karena kami juga diajarkan etika. Saat itu kami bertiga, ada perempuan satu lagi lain selain kami yang dipasang di depan membentuk pagar simpul,” pungkas penikmat film India itu.



Reporter : KlikSangatta    Editor : Gumelar Akbar



Comments

comments


Komentar: 0