14 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Demi Susu Anak, Dua IRT di Bontang Nekat Jual Sabu


Demi Susu Anak, Dua IRT di Bontang Nekat Jual Sabu
YD (25) dan HT (21) tertunduk lesu usai tertangkap dengan barang bukti sabu-sabu. (FOTO: ILHAM/KLIKBONTANG)

KLIKPENAJAM.COM - Ada-ada saja alasan pengedar narkoba ini. Seperti dua ibu rumah tangga (IRT), YD (25) dan HT (21) yang mengaku terpaksa menjual barang haram itu untuk membeli susu dan popok anaknya.

HT mengaku melakukan perbuatan ini terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sebab, selepas suaminya masuk jeruji besi dengan kasus sama, dia tak punya penghasilan lagi. “Saya sudah pakai 2 tahun Mas. Saya menyesal,” ujarnya lirih.

Dua wanita yang kesehariannya IRT ini ditangkap Satreskoba Polres Bontang, Kalimantan Timur di lokasi berbeda, Ahad, 3 Desember 2017 lalu. Dari tangan HT didapat barang diduga sabu seberat 3,72 gram dan uang Rp600 ribu.

Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasubag Humas Iptu Suyono menjelaskan, penangkapan ini bermula dari laporan dari anggota Polres Kutai Timur pada Minggu malam. Berdasarkan informasi itu, anggota Reskoba pun menyelidiki dan mendapati perempuan sesuai dengan ciri-ciri tadi.

Polisi pun bergerak cepat dengan mengikuti tersangka hingga di Jalan KS Tubun Gang Arwana 1 RT 17 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang dan menangkap YD.

YD pun digeledah, polisi menemukan 1 bungkus narkoba jenis sabu di tasnya seberat 0, 33 gram. Adapula alat isap sabu atau bonk, alat pengukur, sedotan, dan plastik klip.

“Kami menangkapnya di rumah kontrakan YD pada pukul 22.00 Wita, hasil pengembangan, YD mengaku barang tersebut adalah sisa, setelah dirinya menyerahkan kepada HT,” terang dia.

Dari pengakuan YD, polisi pun bergegas mendatangi rumah HT di Jalan KS Tubun, Gang Kerapu 2, RT 16, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Selang satu jam, HT pun diamankan dengan barang bukti berupa 11 bungkus sabu dengan total berat 3,72 gram. Di dalam tas HT juga terdapat bonk, plastik klip kecil, dan uang tunai sebesar Rp 600 ribu yang diakuinya merupakan hasil penjualan.

“Akibat perbuatannya, penyidik menjerat keduanya telah melanggar pasal Pasal 114 Ayat (1) dan atau 112 Ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” jelas dia saat ditemui Klik Bontang di ruang kerjanya, Senin, 4 Desember 2017.

Kasus ini masih dalam pengembangan oleh penyidik. Informasinya, YD ternyata sudah sering ke Bontang meski identitasnya beralamat di Jalan Permai Raya, nomor 30, Teluk Lingga, Sangatta. (*)

Reporter : Ilham Abdullah    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0