15 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Difteri, Lima Warga Samarinda Diisolasi di RSUD


Difteri, Lima Warga Samarinda Diisolasi di RSUD

KLIKPENAJAM.COM - Warga di Samarinda yang positif menderita difteri kian bertambah. Teranyar, 6 warga dirawat di ruang isolasi RSUD AW Sjahranie. Dari jumlah itu, 5 dikabarkan positif menderita difteri dan 1 warga suspect difteri.

Mereka adalah seorang ibu hamil berinisial SR (18) --masuk perawatan Kamis 4 Januari 2018. Dua hari kemudian --Sabtu 6 Januari 2018-- seorang remaja berinisial A (15) dirawat. Dua hari berikutnya --Senin 8 Januari 2018-- giliran dua pasien balita berinisial ANK (2) dan FK (4).

"Ada 2 pasien juga tanggal 9 Januari, FS 15 tahun, masuk dengan suspect difteri. Terbaru, siang ini, masuk lagi anak inisial GN, positif difteri. Jadi ada 5 pasien difteri," kata Humas RSUD AW Sjahranie Fabian Satrio, dalam keterangan resminya Selasa 9 Januari 2018, seperti dikutip Klik Samarinda di salah satu laman online nasional.

Lima pasien difteri dan 1 pasien suspect adalah warga Samarinda. "Ke semuanya positif secara uji sampel mirkroskopis. Sebelumnya, ada balita N usia tahun yang juga positif difteri, sudah boleh pulang karena sudah sembuh. Tapi, kita minta lakukan kontrol rawat jalan," ucap Satrio.

Katanya, RSUD AW Sjahranie sudah menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. Sebab, menjadi kewenangan instansi tersebut untuk melakukan uji kultur dari sampel penderita difteri yang biasanya dilakukan di Surabaya. Diperkirakan, hasilnya akan diketahui 1 sampai 2 pekan ke depan.

"Meski positif, pemeriksaan mikroskopis, tidak menunjukkan 100 persen difteri. Karena ada bakteri lain selain penyebab difteri," terang Satrio.

Dia tidak menampik, tren jumlah penderita difteri memang mengalami kenaikan. Dia meminta, masyarakat dengan cepat memeriksakan diri, apabila menemukan gejala difteri. "Apabila punya keluhan nyeri menelan demam, menggigil, pembesaran di leher, segera cek," tukas Satrio. (*)

Reporter : Syarifah Nabilla     Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0