20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

15 Kades Resmi Dilantik, Bupati Yusran Tekankan Penguatan Kemandirian Desa


15 Kades Resmi Dilantik, Bupati Yusran Tekankan Penguatan Kemandirian Desa
Prosesi pelantikan 15 Kades terpilih oleh Bupati Yusran Aspar (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, didampingi Wakil Bupati Mustaqim MZ melantik secara resmi 15 Kepala Desa (Kades) yang baru saja terpilih pada Pilkades tahap dua. Pelantikan berlangsung di Gedung Graha Pemuda Kelurahan Penajam, Kamis (11/1).

Pelantikan ini turut dihadiri Ketua DPRD dan Wakil Ketua, serta Anggota DPRD, Sekrtariat Daerah, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Aspar mengucapkan selamat kepada Kades terpilih dan baru saja dilantik. Ia pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas pengabdian kepala desa yang telah berakhir masa jabatannya.

Yusran pun berharap Kades yang baru saja dilantik dapat memegang teguh amanah yang telah diberikan, dan mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan sebaik-baiknya.

“Amanah merupakan kepercayaan yang harus dijaga, kalau sudah hilang, akan sulit bagi saudara-saudara untuk meraih kepercayaan itu kembali,” ujarnya.

Selain itu para Kades yang baru pun diminta untuk terus berkarya dan memberikan pemikiran bagi Desa/Daerah, guna mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat PPU.

“Semoga pengabdian yang telah diberikan Kades terdahulu, baik berupa waktu, tenaga, dan pikiran mendapat ganjaran Allah SWT,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Yusran, esensi Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah kemandirian Desa. Sebab lahirnya UU tersebut, pembangunan Desa terjadi pergeseran paradigma dari Membangun Desa menjadi desa membangun, dengan tiga hal penting terkait penguatan kemandirian tersebut.

Diantaranya emansipasi, yakni desa tidak hanya jadi objek pembangunan, melainkan menjadi subjek melalui pembangunan infrastruktur skala lokal. Kedua, negara melakukan redistribusi dana desa untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat, sesuai amanat UU desa.

“Ketiga demokratisasi, yaitu partisipasi agar rakyat berdaulat. Ini mengajarkan bahwa desa sebagai daerah otonom terkecil harus strategis dalam tata kelola,” tuturnya.

Berdasarkan ketiga hal tersebut, Yusran berharap para Kades bersama Badan Permusyawaratan Desa, lembaga - lembaga serta masyarakat, dapat bekerjasama dan bersatu memajukan serta mensejahterakan masyarakat desa masing-masing. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0