23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gubernur Minta Petugas Coklit di Kaltim Teliti di Lapangan


Gubernur Minta Petugas Coklit di Kaltim Teliti di Lapangan
Gubernur Awang Faroek Ishak saat menerima PPDP. Gubernur minta PPDP juga melakukan sosialisasi demi sukses pemilihan kepala daerah di Kaltim. (adi suseno/humasprov)

KLIKPENAJAM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim serempak melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih melalui Gerakan Coklit Serentak (GCS) secara nasional 20 Januari - 18 Februari 2018. Jumlah personil yang diterjunkan untuk GCS di Kaltim sebanyak 11.363 petugas.

Kegiatan coklit hari pertama dimulai dari keluarga Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kaltim, dalam pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim.

Gubernur Awang sangat mendukung kegiatan coklit data pemilih, karena kegiatan yang dilakukan para petugas coklit data pemilih sangat berpengaruh terhadap sukses penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), 27 Juni mendatang.

"Para petugas coklit harus jeli dan teliti jangan sampai ada pemilih yang terlewatkan, khususnya para pemilih pemula yang sesuai umur sudah bisa mencoblos pada Pilgub Kaltim mendatang," pesan Awang Faroek Ishak saat menerima petugas coklit data pemilih, Sabtu (20/1) kemarin.

Selain itu, Awang Faroek juga meminta kepada petugas coklit data pemilih, selain melakukan pendataan kiranya juga bisa mensosialiasasikan kepada masyarakat, agar pada tanggal 27 Juni mendatang mereka bisa berpartisipasi menyukseskan Pilgub Kaltim dan Pilbup PPU dengan ikut memberikan hak suaranya kepada salah satu calon sesuai hati nurani masing-masing.

Selain itu, ujar dia, tingkat partisipasi politik masyarakat juga harus ditingkatkan, terutama pada kalangan pemilih pemula dan generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa, karena fakta menunjukkan saat ini telah terjadi satu kecenderungan penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu.

"Partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pemilih pemula maupun generasi muda dalam menyalurkan hak suaranya, juga sangat penting. Pemilu yang sukses akan menentukan nasib bangsa dan negara lima tahun ke depan. Tentunya juga bagi kelangsungan dan kemajuan pembangunan Kaltim," pesan Awang.

Sebelumnya, Ketua KPU Kaltim Mohammad Taufik dalam keterangan persnya mengatakan, kegiatan coklit serentak nasional yang dilaksanakan di Kaltim dilakukan oleh 7.558 PPDP. Pada kegiatan coklit serentak 20 Januari ini, PPDP didampingi 3.805 petugas lainnya.

"PPDP didampingi oleh 3.105 PPS, 515 orang PPK, 50 Komisioner KPU kabupaten/kota dengan didukung 100 staf sekretariat, serta 5 Komisioner KPU Kaltim (Ketua dan Anggota) didukung dengan 30 staf Sekretariat (Sekretaris, Kabag, Kasubag dan jajaran staf)," kata Mohammad Taufik .

Jika dirinci total pergerakan dan pelibatan kekuatan personil GSC di Provinsi Kaltim, yaitu KPU Kaltim sebanyak 5 Komisioner dibantu 30 Staf Sekretariat maka total kekuatan personil sejumlah 35 orang. Kemudian, dari KPU kabupaten/kota total personil sebanyak 50 orang komisioner masing-masing KPU kab/kota dibantu 100 orang staf sekretariat maka total kekuatan personil sebanyak 150 orang.

Selain itu, kata Taufik ada juga petugas PPK sebanyak 515 orang dan PPS sebanyak 3.105 maka total kekuatan personil menjadi sebanyak 3.620 orang.

"Untuk PPDP Pilgub se-Kaltim petugas yang dikerahkan sebanyak 7.558 orang. Ditambah 3.805 petugas lainnya, maka total kekuatan personil GSC Kaltim sebanyak 11.363 orang," tegas Mohammad Taufik. (mar/sul/humasprov)

Reporter : Humas Prov Kaltim    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0