20 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rekondisi Galian Jargas Bontang Ditarget Selesai Maret 2018


Rekondisi Galian Jargas Bontang Ditarget Selesai Maret 2018
Pengecekan jaringan gas di rumah warga yang sudah teraliri sejak beberapa tahun lalu. (DOK/KLIKBONTANG).

KLIKPENAJAM.COM - Pembenahan galian jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat jaminan PT Torindo Utama Sakti selaku kontraktor. Perusahaan tersebut berjanji mengembalikan galian ke bentuk semula paling lambat akhir Maret 2018.

Yusron, General Affair PT Torindo Utama Sakti menjelaskan, pihaknya sempat mengusulkan pemasangan jargas terpusat di salah satu kelurahan. Agar pemasangan lebih mudah dan bisa lekas dikembalikan dalam posisi semula.

Namun, pihak Pemkot meminta pemasangan dilakukan menyebar ke sejumlah kelurahan. Akhirnya, galian lubang tidak bisa lekas ditimbun dan direkondisi, lantaran menunggu proses lain.

"Soal rekondisi, perbaikan jalan atau keramik rusak itu tanggung jawab kami. Semua akan dikembalikan seperti semula," jelas Yusron, saat menghadir RDP dengan Komisi II DPRD Bontang, Senin 29 Januari 2017 pagi.

Proses rekondisi, diakui Yusron telah berlangsung. Tiga kelurahan yang telah direkondisi di antaranya Kelurahan Satimpo, Kanaan dan Bontang Kuala. Sedangkan sektor lain tengah proses pengetesan sebelum menuju tahap rekondisi. Targetnya, akhir Maret 2018 proses tersebut rampung.

"Akhir 2018 adalah batas kontrak proyek ini. Sedangkan pemeliharaan selama setahun," tuturnya.

Kasmiran Rais, Direktur PT BME justru pesimistis, proses rekondisi bisa rampung selama tiga bulan ke depan.

Sebab pekerja lapangan dalam proyek tersebut terpecah. "Yang gali dan sambung pipa orangnya beda. Belum lagi, ketika lubang yang pernah digali sudah ditimbun warga. Akhirnya harus digali ulang," katanya.

Namun demikian, dia mengapresiasi kinerja pihak kontraktor dalam menangani proyek tersebut. Bahkan, pihak kementerian yang meninjau pemasangan jargas di Bontang pun menilai pekerjaan lapangan tidak bermasalah.

Kasmiran juga menanggapi rencana tambahan kuota 5.000 SR pada tahun ini. Menurutnya, warga yang belum terakomodir sebagai pelanggan dalam kuota 8.000 SR tahun lalu, bisa diakomodir pada tahap selanjutnya.

"Untuk 5.000 SR itu, masih program gratis. Tapi, ke depan, kami juga akan layani untuk pelanggan mandiri. Seperti perhotelan," pungkasnya. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0