23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Parkir Kendaraan di RSUD Bontang Kini Dikenakan Retribusi


Parkir Kendaraan di RSUD Bontang Kini Dikenakan Retribusi
Para petugas parkir RSUD Taman Husada Bontang sibuk mengatur arus lalu lintas di rumah sakit pelat merah itu, Selasa (13/2/2018). (ICHWAL/KLIKBONTANG)

KLIKPENAJAM.COM - Pemandangan sedikit berbeda ditemui di lokasi parkir RSUD Taman Husada Bontang. Terhitung per, Senin (12/2/2018) kemarin unit usaha divisi parkir dari Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang memberlakukan retribusi parkir di rumah sakit terbesar di Kota Bontang ini.

Iuran parkir untuk kendaraan bervariasi. Untuk jenis kendaraan roda dua tiap satu kali parkir dikenakan biaya Rp 2 ribu. Sedangkan untuk roda empat dikenakan biaya Rp 3 ribu. Petugas parkir yang berjaga di depan pintu masuk rumah sakit memberikan karcis parkir.

“Ini baru dua hari dimulai, per Senin kemarin,” kata Manager Bontang Transport selaku penanggung jawab parkir RSUD, Andi Amri saat dikonfirmasi, Senin (13/2/2018) kemarin.

Andi Amri menjelaskan, pengelolaan jasa parkir di rumah sakit ini karena kebutuhan keamanan. Sebab, beberapa kasus kriminal kerap terjadi, salah satunya tindakan pencurian motor (Curanmor) di lokasi parkir rumah sakit.

Selama ini pengawasan parkir tidak maksimal. Pasalnya petugas keamanan tak dapat optimal mengawasi karena keterbatasan personel jaga. Untuk itu, jasa parkir ini hanya fokus pada kendaraan yang terparkir di rumah sakit. Sehingga aksi kriminalitas dapat diminimalisir.

“Sering ada kehilangan, entah helm. Bahkan pernah ada kehilangan motor di situ,” katanya.

Manfaat lainya yang dapat diterima, yakni sumbangan pengunjung akan disalurkan ke kas daerah. Amri-sapaan akrabnya mengaku potensi pendapatan tiap bulanya dari pengeloaan parkir sekitar Rp30 juta. Dalam satu tahun perusda mampu mengumpulkan dana sebesar Rp360 juta, yang nantinya sebagian langsung masuk ke kas daerah untuk kegiatan pembangunan kota.

“Manfaatnya secara langsung tentu dapat meminimalisiri kehilangan. Selain itu, sumbangan ini akan diberikan kembali ke masyarakat, karena akan masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Dia menambahkan, selain pengelolaan parkir RSUD Taman Husada. Pihaknya pun telah berkerja sama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di lokasi wisata mangrove saleba. Pengelolaan parkir di sana dilakukan oleh Perusda. Pemanfaatan ini tentunya bakal berkontribusi kembali ke daerah. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0