26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

PGRI Bontang Galang Dana untuk Guru Budi


PGRI Bontang Galang Dana untuk Guru Budi
Para guru saat mengikuti upacara Hari Guru Nasional di Lapangan Bessai Berinta, Desember 2017 lalu. (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKPENAJAM.COM - Kepergian Ahmad Budi Cahyono, guru honorer SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang meregang nyawa di tangan anak didiknya 1 Februari lalu, menjadi tragedi memilukan di dunia pendidikan.

Hal itu pula dirasakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang, Kalimantan Timur. Bahkan, organisasi ini menggelar aksi simpatik galang dana, guna meringankan beban keluarga mendiang Guru Budi.

“Saat ini masih berlangsung. Kita masih menggumpulkan dana, dan nantinya akan diberikan kepada ahli waris almarhum Budi,” ungkap Ketua PGRI Kota Bontang, Dasuki ditemui saat konferensi pemilihan pengurus PGRI Kota Bontang periode 2018-2022, Rabu (14/2/18) kemarin.

Peristiwa kematian Guru Budi usai dianiaya muridnya, kata Dasuki, menjadi pembelajaran agar pendidik dan tenaga kependidikan semua jenjang, turut melibatkan peran orangtua dalam proses pendidikan khususnya penguatan moralitas anak didik.

Meskipun saat ini pemerintah secara masif membuat metode belajar mengajar yang efektif dan berbasis pada pendidikan karakter, seyogyanya proses belajar mengajar tidak hanya dipasrahkan sepenuhnya pada sekolah, sementara orangtua enggan berpartisipasi.

“Jadi orang tua juga tahu bagaimana kelakuan anaknya di sekolah. Tapi yang bikin ciut, orangtua terlalu protektif sama anaknya. Dibentak saja enggak boleh, HP anaknya disita untuk diperiksa siapa tahu ada gambar yang tidak bagus, dicubit juga tidak boleh, bahkan ada yang langsung lapor polisi. Padahal tugas guru ini kan mendidik,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Aisyah    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0