19 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Polres PPU Ajak Tokoh Lintas Agama Aktif Awasi Proses Pilkada


Polres PPU Ajak Tokoh Lintas Agama Aktif Awasi Proses Pilkada
Silaturrahmi Polres PPU, Gakkumdu, dan tokoh lintas agama se-Kabupaten PPU dalam rangka menciptakan Pilkada jujur tanpa money politic dan isu SARA (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU), menggelar silaturrahmi tokoh lintas agama serta petugas Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), dalam upaya menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai, anti Money Politic, berita Hoax dan SARA.

Kegiatan berlangsung di ruang Catur Prasetya Mapolres PPU, Kamis (22/2) pagi. Dipimpin langsung Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, didampingi Wakapolres Kompol Nina Ike Herawati serta jajaran Polres PPU.

Turut hadir Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaslu PPU Edwin Irawan, Ketua Bamag PPU Jhony Mowiling, Ketua MUI Ustad Juhdi Panani, Ketua FKUB Abdul Ghani, Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten PPU, ketua pengurus Masjid, pengurus gereja, dan pengurus agama Hindu serta tokoh agama se-Kabupaten PPU.

"Kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi segala bentuk gangguan serta isu negatif lainnya, khususnya yang mengatasnamakan tokoh agama saat Pilkada Serentak 2018," ujar Kapolres Sabil Umar.

Dari kegiatan ini diharap Kapolres, seluruh tokoh lintas agama dapat bersinergi dan berperan aktif mensukseskan Pilkada pada Juni 2018 mendatang. Serta bebas dari berbagai aktifitas serta isu negatif lainnya.

“Saat ini kita telah memasuki tahapan kampanye, saya harap seluruh tokoh agama dapat memahami jika Pasangan Calon (Paslon) tidak diperkenankan melakukan kampanye di tempat ibadah,” jelasnya.

Selain itu, Paslon juga dilarang memasang poster, baliho, ataupun spanduk di kawasan tempat ibadah.

“Tempat ibadah bukan untuk kampanye, juga pemasangan spanduk di tempat ibadah tidak dibolehkan. Seluruh pengurus tempat ibadah jika menemukan hal itu, segera koordinasi dengan Panwas di wilayahnya,” tegasnya.

Begitupun pengurus tempat ibadah diimbau untuk tidak menerima pemberian apapun dari salah satu Paslon, terlebih jika mengarahkan untuk memilih pasangan tersebut.

“Kalau memberi berupa infak atau sedekah tidak masalah. Tapi jika memberikan dan mengajak untuk mendukung salah satu Paslon, itu yang salah. Karena masuk unsur money politic,” pungkasnya.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0