22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Terkait Perubahan Statuta, Mahasiswa Unmul Minta Pelanggaran Diusut Tuntas


Terkait Perubahan Statuta, Mahasiswa Unmul Minta Pelanggaran Diusut Tuntas
Muhammad Iskandar Zulkarnain

KLIKPENAJAM.COM - Unmul merupakan universitas besar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, Unmul menyandang akreditasi A yang memerlukan proses tak mudah.

Dengan nenyandang predikat A seharusnya sudah tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Namun, faktanya tidak demikian, seperti yang diungkapkan Muhammad Iskandar Zulkarnain, salah satu mahasiswa Universitas Mulawarman.

Muhammad Iskandar Zulkarnain, yang juga menjabat Sekretaris Umum HMI Cabang Samarinda ini mengatakan, statuta merupakan aturan yang mengikat dalam perguruan tinggi. Karena itu, perubahan statuta harus sesuai mekanisme.

"Statuta merupakan aturan yang mengikat maka dari itu seharusnya perubahan statuta harus ada prosedurnya dan sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan," katanya, Minggu 11 Maret 2018.

Ia juga mengungkapkan, jika statuta itu sudah dipermainkan, maka itu adalah pelanggaran yang sangat berat.

"Jika statuta dipermainkan dan tidak sesuai mekanisme yang ada, ini merupakan suatu kesalahan yang sangat berat," ungkapnya.

Iskandar juga menuntut agar pihak-pihak terkait dapat memproses dan mengusut tuntas permasalahan statuta yang ada di kampus Unmul.

"Saya juga menuntut agar pihak-pihak terkait memproses dan menuntaskan permasalahan yang ada terkait perubahan statuta yang ada di kampus Unmul. Karena kembali lagi, bahwa ini merupakan pelanggaran yang sangat berat," tutur Iskandar.

Baca Juga: Senat Unmul Ultimatum Boikot Rektor karena Tak Dilibatkan Bahas AD/ART

Ia mengharapkan bahwa akreditasi A yang sekarang diemban kampus Unmul harus menampakkan akreditasi bukan hanya sebagai simbol saja.

"Saya mengharapkan kiranya Unmul yang menyandang akreditasi A bukan hanya secara simbol saja, melainkan secara sistem dan secara penerapan sesuai dengan akreditasi yang diemban oleh unmul saat ini," pungkasnya. (*)

Reporter : Andi Muhammad Yunus    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0