27 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fadil Zumhana, Dari Kejati Kaltim Diusulkan Jadi Deputi Penindakan KPK


Fadil Zumhana, Dari Kejati Kaltim Diusulkan Jadi Deputi Penindakan KPK
Mantan Kejati Kaltim Fadil Zumhana

KLIKPENAJAM.COM - Kejaksaan mengirim tujuh nama untuk mengisi jabatan deputi penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satunya adalah Fadil Zumhana, yang baru saja meninggalkan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim.

Selain Fadil, Kejaksaan juga mengirim enam nama lain, yaitu Feri Wibisono, Fadil Zumhana, Heffinur, Wisnu Baroto, Oktovianus, Tua Rinkes Silalahi, dan Witono.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan tujuh nama yang diusulkan adalah sosok jaksa yang profesional dan berintegritas. Menurut dia, mereka adalah jaksa dengan pengalaman penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan upaya hukum lainnya.

Bahkan, secara karier, dia memastikan seluruh nama calon itu pernah menjabat kepala kejaksaan tinggi.

“Siapa pun yang kami kirim ke sana itu sudah kami jamin profesionalitasnya," kata Prasetyo. “Kami sangat lengkap, seluruh tahapan proses hukum jaksa kuasai.”

Saat ini, KPK tengah melakukan proses lelang jabatan deputi penindakan setelah posisi tersebut ditinggalkan Inspektur Jenderal Heru Winarko, yang digeser sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

Proses lelang jabatan, kata Febri, bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan karena harus melalui proses seleksi yang panjang, yakni administrasi, tes potensi psikotes, tes bahasa Inggris, tes kesehatan, dan wawancara dengan pimpinan KPK.

Menurut Febri, KPK juga terbuka dengan masukan masyarakat terhadap calon, sebagai bagian dari peran memperkuat upaya pemberantasan korupsi ke depan karena dua posisi yang akan diseleksi ini merupakan jabatan yang sangat penting bagi ikhtiar pemberantasan korupsi ke depan.

Dia juga memaparkan, para calon akan menjalani tiga tahap seleksi. Tes potensi terdiri atas uji psikologi, kemampuan bahasa Inggris, dan kesehatan. Seleksi kompetensi akan serupa dengan uji psikologi, namun dengan tingkat lebih kompleks karena bertujuan melihat kompetensi teknis tiap calon. Sedangkan tes terakhir adalah seleksi wawancara.

“Bisa saja tidak ada yang lulus semua,” kata Febri di Jakarta, 11 Maret 2018 seperti dikutip dari laman Tempo.co.

Sebelumnya, Jaksa Agung RI M Prasetyo resmi melantik sejumlah pejabat eselon II dan III di Kejaksaan Agung, Jumat 9 Maret 2018 berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor : KEP-030/A/JA/02/2018.

Fadil Zumhana yang sukses memimpin Kejati Kaltim, saat ini didapuk sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung RI. Jabatannya sebagai Kajati Kaltim digantikan oleh Ely Shahputra.

Selain dari Kejaksaan, pengusulan calon juga datang Kepolisian. Polri mengirim tiga nama sebagai calon Deputi Penindakan KPK, yaitu Brigadir Jenderal Toni Harmanto, Brigjen Firli, dan Brigjen Abdul Hasyim Gani. Sedangkan untuk calon Direktur Penyidikan KPK, tiga nama yang diusung adalah Komisaris Besar Edy Supriyadi, Kombes Andy Hartoyo, dan Kombes Djoko Poerwanto. (*)

Reporter : Afwan Zaid    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0