20 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mahasiswa Desak Mobil dan Rumah Dinas Baru Ketua DPRD Bontang Dibatalkan


Mahasiswa Desak Mobil dan Rumah Dinas Baru Ketua DPRD Bontang Dibatalkan
Aksi mahasiswa Bontang menolak pengadaan Mobil dan rumah dinas baru bagi Ketua DPRD Bontang (Fanny)

KLIKPENAJAM.COM - Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembelian mobil mewah untuk Ketua DPRD Bontang dan pembangunan rumah dinas ketua dewan dibatalkan.

Selain itu, mahasiswa juga meminta agar DPRD Bontang mengawal proses Judicial Review (JR) atas UU MD3 sebagai representasi warga Bontang menolak regulasi yang berlaku baru-baru ini.

Aksi yang digelar melibatkan sejumlah elemen mahasiswa, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunajaya dan BEM Stitek Bontang. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita ini diilakukan di dua titik berbeda.

Lokasi pertama, belasan mahasiswa menggelar aksi di pusat Kota Bontang, pertigaan jalan Brigrjen Katamso dan lokasi kedua di Kantor Sekretariat DPRD Bontang, di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

“Kami meminta dewan membatalkan pembelian mobil seharga Rp 1,5 miliar, dan pembangunan rumah jabatan Rp 3,5 miliar,” seru salah satu mahasiswa saat berorasi di pertigaan jalan Brigjend Katamso, dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

Bergeser ke lokasi terkahir, AMPR kembali melakukan unjuk rasa di depan kantor Sekretariat DPRD Bontang. Aksi mereka mendapat pengawalan dari puluhan petugas kepolisian. Selama aksi, tak terlihat seorang pun anggota dewan di lokasi unjuk rasa.

Koordinator aksi, Muhammad Arisaldi Ahdar mengatakan demonstrasi yang digelar merupakan wujud perwakilan dari masyarakat Bontang yang tak setuju dengan belanja Rp 5miliar untuk ketua DPRD Bontang. Menurut dia, alokasi anggaran untuk pembelian mobil dan pembangunan rumah tersebut tak masuk dalam skala prioritas anggaran.

Padahal, seharusnya anggaran tersebut dialokasikan ke belanja yang lebih mendesak. Seperti peremajaan mobil sampah yang telah tua. Menurut dia, anggaran untuk mobil dinas ketua dewan jika dikonversi membeli truk sampah mampu mendapat 3-4 unit mobil.

“Kami mendesak agar keputusan pembelian dan pembangunan rumah dinas dibatalkan dalam 5 hari ke depan. Kalau tidak akan ada aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar,” kata Koordinator aksi, Saldi-begitu akrab disapa.

Aksi mahasiswa ini baru mereda setelah, Plt Sekretaris DPRD Bontang, Sabriansyah menemui massa yang tengah berorasi. Dihadapan para demonstran, Sabriansyah mengatakan bakal menyampaikan aspirasi kepada unsur pimpinan DPRD. Sebab, saat ini 25 orang anggota dewan tak berada di kantor.

Mahasiswa pun meminta Sabriansyah untuk menandatangani surat berisi tuntutan para demonstran. Di dalamnya disebutkan mahasiswa bakal menggelar aksi apabila selama 5 hari belum mendapat jawaban dari para anggota dewan.

“Maaf saat ini anggota dewan tak berada di tempat, namun akan saya sampaikan ke unsur pimpinan. Dan nantinya akan memanggil para mahasiswa untuk duduk bersama membahas soal tuntutan ini,” ujar Sabriansyah.

Hingga berita ini diturunkan, media ini mencoba menghubungi Ketua DPRD Bontang, Nursalam. Namun belum mendapat tanggapan atas tuntutan para demonstran. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0