23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tahun ke-11, Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan Kembali Bergulir


Tahun ke-11, Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan Kembali Bergulir
Suasana sosialisasi PKT Peduli Pendidikan di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Kamis (15/3/2018). Foto: KLIKBONTANG/Fanny

KLIKPENAJAM.COM - Program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) sudah berjalan 11 tahun sejak 2007 silam. Ini sebagai wujud perhatian perusahaan pupuk ini dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Program beasiswa ini pun kembali disosialisaikan di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Kamis (15/3/2018). Acara ini dihadiri unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Kecamatan Bontang Selatan, Lurah Guntung, LPM Guntung, jajaran Pengurus YPK serta Tenaga Pengajar tingkat SD dan SMP se-Kelurahaan Guntung dan Lok Tuan.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo mengatakan di Indonesia, dunia pendidikan masih menemukan beberapa kendala. Salah satunya adalah sisi finansial. Padahal, pendidikan merupakan salah satu investasi yang sangat tinggi harganya. Hal ini seharusnya menjadi motivasi bagi kita agar mendapatkan prestasi terbaik. Apalagi banyak siswa-siswi berprestasi namun tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pupuk Kaltim berkomitmen terus mendukung perkembangan dunia pendidikan di Kota Bontang khususnya para pelajar buffer zone," ujarnya.

Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Perusahaan dalam pengembangan SDM dengan memberikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu guna melanjutkan pendidikannya. Beasiswa ini terdiri dari dua program, yaitu untuk jenjang S1 di Perguruan Tinggi serta jenjang SD dan SMP yang disekolahkan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). Kali ini, sosialisasi khusus untuk beasiswa tingkat SD dan SMP.

Tujuan program ini untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial. Serta mengurangi jumlah anak putus sekolah dan mendukung program Pemkot Bontang, Smart City.

Dengan adanya program beasiswa ini, orangtua tak perlu cemas akan biaya pendidikan yang kian hari kian melonjak. Pupuk Kaltim berkomitmen memberikan fasilitas dan menanggung biaya pendidikan selama tiga tahun menempuh pendidikan di YPK.

Dia berharap, masyarakat Kota Bontang terus memberi dukungan agar Pupuk Kaltim dapat beroperasi dengan baik dan lancar sehingga mampu memberi manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Sementara, Staf Departement Coorporate Social Responsbility (CSR) Bagian Bina Wilayah Pupuk Kaltim, Esti Yuli Wulandari menjelaskan program ini merupakan bentuk pelaksanaan peraturan menteri BUMN nomor 02 NGO Tahun 2017 dalam ruang lingkup pendidikan.

"Program beasiswa pendidikan ini sebagai wujud komitmen perusahaan mengembangkan pendidikan di area ring 1 yaitu Kelurahan Guntung dan Lok Tuan," ungkapnya.

Jumlah siswa yang telah menerima beasiswa ini ada sebanyak 30 siswa. Terbagi atas 20 siswa SMP serta 10 siswa tingkat SD. Program ini memang dikhususkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP yang berasal dari keluarga tidak mampu dari Kelurahan Guntung dan Lok Tuan namun berprestasi.

Info yang berhasil dihimpunnya, tingkat prestasi anak-anak yang mendapat beasiswa ini di atas rata-rata. Sementara beasiswa jenjang Perguruan Tinggi Negeri, Februari lalu sudah dilakukan sosialisasi ke seluruh sekolah tingkat SMA di Bontang. Sampai saat ini, ia mengaku sedang menunggu proses penjaringan atau seleksi calon penerimanya.

Jika dikalkulasikan, jumlah beasiswa untuk program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan ini akan merangkul sebanyak 90 pelajar di buffer zone. Dimulai tingkat SD, SMP dan Perguruan Tinggi Negeri dengan jenjang pendidikan Strata-1 atau biasa disingkat S1.

Sunaryo, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Bontang turut mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim membantu para pelajar buffer zone melalui program beasiswa pendidikan.

"Kami mewakili Pemerintah Kota Bontang mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pupuk Kaltim dengan menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak di Bontang, semoga terus berkelanjutan," ucapnya.

Menurutnya, dewasa ini tumbuh kembang kedewasaan hanya sebatas pada perkembangan fisik saja. Sangat disayangkan jika intelektualnya belum berkembang dengan baik. Ia juga menjelaskan bahwa indeks pembangunan manusia di Kota Bontang mencapai angka 78,9 sementara tingkat Provinsi Kaltim pada 74, 6 dan Nasional 70,18. Tentu, hal itu menjadikan Kota Bontang masih diatas rata-rata ditingkat provinsi maupun nasional.

"Program Ini dipantau terus pak, apalagi kalau mereka mmg berasal dari keluarga kurang mampu, harapannya ya bisa memutus mata rantai kemiskinan itu," sarannya.

Sehingga, anak-anak tersebut mampu meneruskan cita-cita kedua orang tuanya yang ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dia berharap, mereka yang akan mendapat beasiswa nanti akan menjadi generasi emas yang turut membangun Kota Bontang. (Adv)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0