22 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Nyepi di Samarinda Berlangsung Khidmat


Nyepi di Samarinda Berlangsung Khidmat
Peringatan Hari Raya Nyepi 1940 Saka, Pura Jagat Hita Karana di Jalan Sentosa, Samarinda, Kalimantan Timur (Kltim) dipenuhi oleh ratusaan umat Hindu, Jumat, 16 Maret 2018. (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKPENAJAM.COM - Memperingati Hari Raya Nyepi 1940 Saka, Pura Jagat Hita Karana di Jalan Sentosa, Samarinda, Kalimantan Timur (Kltim) dipenuhi oleh ratusaan umat Hindu, Jumat, 16 Maret 2018. Peringatan Nyepi sehari sebelumnya adalah pacara ritual Tawur Kesanga.

Acara ini merupakan agenda tahunan setiap perayaan Nyepi. Tawur Kesanga juga menjadi agenda nasional.

"Om Swasti Astu, kita sebagai umat manusia diharapkan dapat mengendalikan sifat jahat sehingga akan terjadi keserasian antara manusia," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Samarinda, I Ketut Witana saat ditemui KlikSamarinda (KlikGroup).

Ketut menjelaskan Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang diperingati setiap tahun baru Saka. Kata “nyepi” sendiri berasal dari kata sepi, sunyi, hening.

"Yang artinya, pada satu hari ini, umat Hindu harus menyepi dan tidak boleh melakukan aktivitas seperti biasanya. Mereka melakukan Catur Brata Penyepian (pantangan yang wajib diikuti saat Nyepi)," terangnya.

Catur Brata terdiri dari empat pantangan, Amati Geni: berpantang menyalakan api, lampu atau alat elektronik; Amati Karya: menghentikan kerja atau aktivitas fisik untuk belajar dan refleksi diri atas hidup yang dijalani; Amati Lelanguan: berpantang menghibur diri atau melakukan kesenangan; Amati Lelungaan: dilarang bepergian.

Selain itu, jika mampu, umat Hindu juga wajib melakukan tapa (latihan ketahanan menderita), brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan Tuhan) dan samadi (mendekatkan diri kepada Tuhan yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin). Hal tersebut dilakukan untuk mengoreksi diri, melepaskan sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci, hening, menuju jalan yang benar di tahun yang baru.

Tujuan upacara Tawur Kesanga adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Esa untuk kedamaian alam dan lingkungan. Lewat upacara ini, umat menurutnya bisa menangkal aura-aura negatif.

"Hari ini kita melaksanakan Tawur Agung Kesanga, umat Hindu melaksanakan tawur ini di Madya Mandale. Yakni di bagian tengah Pura Jagat Hita Karana sejak pukul 10 pagi," ucapnya.

Kemudian, ritual dilanjutkan dengan pelaksanaan sembahyang Tilem di Utama Mandale, pusat Pura Jagat Hita Karana. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0