15 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tunggakan Menahun, 100 Sambungan Rumah Diputus PDAM PPU


Tunggakan Menahun, 100 Sambungan Rumah Diputus PDAM PPU
Direktur PDAM PPU M Taufik

KLIKPENAJAM.COM - Terhitung sejak 2017 lalu, sedikitnya seratus sambungan rumah pelanggan diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Penajam Paser Utara (PPU), karena menunggak pembayaran diluar batas maksimal yang ditentukan.

Hal tersebut terpaksa dilakukan PDAM sebagai langkah penertiban pelanggan, untuk melunasi kewajiban yang bahkan menunggak hingga tahunan.

"Penertiban terpaksa kami lakukan karena banyak pelanggan yang tidak membayar tagihan dalam waktu cukup lama. Bahkan ada yang bertahun-tahun," ujar Direktur PDAM M Taufik.

Dijelaskannya, pemutusan sambungan pelanggan merupakan langkah terakhir yang dilakukan, pasca melayangkan beberapa kali surat peringatan pembayaran kepada pelanggan bersangkutan. Terlebih tunggakan air maksimal hanya tiga bulan, dan langsung diberi peringatan. Namun pada kenyataannya, bahkan ada yang tahunan tidak membayar.

"Aturannya demikian, jika tidak membayar tagihan tiga bulan berturut-turut, sambungan pipa air akan dicabut," kata Taufik.

Ia menyebut pemutusan sebagai langkah terakhir, karena PDAM sejauh ini terus memberikan toleransi kepada pelanggan, dengan mengimbau pelanggan yang menunggak untuk segera lakukan pelunasan.

Akan tetapi dengan banyaknya tunggakan yang tak juga terbayar, ditambah beban operasional yang terus membengkak tak ada cara lain bagi PDAM kecuali melakukan pemutusan.

Dan bagi pelanggan yang ingin kembali melakukan pemasangan harus mengajukan permohonan baru. Atau jika pipa jaringan telah dicabut maka tunggakan wajib terlebih dulu diselesaikan.

"Kalau tidak mengikuti prosedur tersebut, mohon maaf kami belum bisa melayani kembali," tandasnya.

Dari catatan PDAM PPU, total tunggakan pelanggan terhitung sejak 2003 lalu mencapai Rp1,7 Miliar, dan baru 10 persen diantaranya yang terselesaikan. Akibatnya, PDAM terus menanggung kerugian dengan banyak tunggakan yang belum terbayar.

"Kami harap ini bisa jadi perhatian masyarakat, agar lebih bisa membayar tagihan rekening sesuai jadwal. Agar tidak terjadi pemutusan sambungan kedepannya," pungkas Taufik. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0