22 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditetapkan Tersangka, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang Buron


Ditetapkan Tersangka, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang Buron
Reklame jenis megatron yang terpasang di pusat perbelanjaan Kota Bontang yang dikelola Perusda AUJ Bontang. LED ini menghabiskan dana Rp 1,9 miliar. (DOK.KLIKBONTANG)

KLIKPENAJAM.COM - Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang, Dandi Priyo Anggono secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bontang. Penetapan tersangka ini setelah satu tahun menghilang.

“Kami sudah tetapkan dia (Dandi-red) sebagai Tersangka, dan minta pencekalan,” kata Kajari Agus Kurniawan saat menghubungi media ini, Minggu (8/4/2018).

Penyidik memastikan telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Dandi sebagai tersangka kasus penyertaan modal pemerintah ke Perusda AUJ tahun anggaran 2015 lalu. Salah satu alat bukti yang menguatkan yakni hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dari hasil laporan BPKP, daerah dirugikan sekitar Rp 6-7 miliar dari total penyertaan modal Pemkot Bontang ke Perusda AUJ sebesar Rp 16 miliar lebih. “Ada bukti keterangan dan audit BPKP,” kata Kajari Agus.

Dijelaskan, status Dandi ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada pekan ini dan sekaligus masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari. Informasi terakhir, tersangka diketahui tengah bersembunyi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Tim penyidik telah berkoordinasi dengan seluruh kejaksaan se-Indonesia untuk melacak lokasi tersangka. Pihaknya pun meminta laporan bagi warga yang mengetahui lokasi tersangka untuk segera melaporkan ke petugas. “Informasi terkahir di Sidorjo, kami masih lacak terus lokasinya,” katanya.

Untuk menghidari tersangka bepergian ke luar negeri. Kejari pun telah meminta bagian imigrasi untuk cegah tangkal (Cekal) tersangka ke luar negeri. Pihaknya optimistis tersangka dapat segera diringkus oleh petugas.

Sekadar informasi, kasus korupsi dana penyertaan modal Rp 16 miliar oleh Perusda AUJ mulai masuk ke meja kejaksaaan pada tahun lalu seiring laporan pertanggung jawaban yang tak sesuai. Dana yang digulirkan oleh pemerintah ludes kurun beberapa bulan saja.

Menurut keterangan Dandi, dana tersebut telah dialokasikan ke sejumlah anak usaha Perusdaa AUJ, diantaranya PT Bontang Transport untuk pembangunan dua unit bengkel masing-masing dikucurkan Rp 1 miliar. Kemudian PT Bontang Investama, untuk pengadaan mega tron dengan harga fantastis sebesar Rp 3,9 miliar.

Setelah kasus ini masuk dalam penyelidikan, Dandi tak dapat ditemui lagi oleh wartawan. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0