22 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Absensi Sidik Jari Diterapkan, Pegawai Telat Insentif Dipotong 25 Persen


Absensi Sidik Jari Diterapkan, Pegawai Telat Insentif Dipotong 25 Persen
Asisten III Bidang Umum dan Keuangan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Alimuddin

KLIKPENAJAM.COM - Asisten III Bidang Umum dan Keuangan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Alimuddin, menegaskan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlambat masuk kerja akan dikenakan sanksi, berupa pemotongan insentif sebesar 25 persen.

Dikatakannya, sebelumnya pemotongan insentif hanya 20 persen, dan naik 5 persen berdasarkan kesepakatan rapat forum yang digelar beberapa waktu lalu. Mengingat absensi sidik jari telah resmi diberlakukan bagi seluruh pegawai, sejak awal April 2018.

“Jadi setiap pegawai yang terlambat masuk kerja, insentifnya akan dipotong sebesar 25 persen dari nilai yang diterimanya per hari,” ucapnya.

Ditambahkannya, Pemkab PPU akan membayarkan insentif PNS berdasarkan absensi sidik jari, sesuai yang di rekomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kendati demikian, absensi sidik jari yang telah diterapkan tersebut diakuinya belum mencapai 100 persen di seluruh SKPD.

"Penerapan absensi sidik hari baru sekitar 80 persen, karena terkendala di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum memiliki alat. Tapi akan tetap diupayakan secepatnya,” tandasnya

Diketahui, sedikitnya ada empat SKPD yang berada di lingkup Pemkab PPU yang belum mempunyai alat sensor sidik jari tersebut.

“Kami imbau SKPD segera menerapkan sistem absensi sidik jari, sebagai aturan baru bagi pegawai agar memudahkan pengawasan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0