22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jelang Realisasi Jargas, Kementerian ESDM Sosialisasi di PPU


Jelang Realisasi Jargas, Kementerian ESDM Sosialisasi di PPU
Sosialisasi jargas bagi warga kabupaten PPU (Foto: Humas)

KLIKPENAJAM.COM - Realisasi Jaringan Gas (Jargas) sebagai program nasional melalui Kementerian ESDM, bagi rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan segera terwujud.

Sebanyak 4.002 sambungan dipastikan segera dinikmati masyarakat PPU tahun 2018. Tahap awal jaringan pipa akan dimulai dari Kelurahan Penajam, dilanjutkan Kelurahan Gunung Seteleng, Nenang, Nipah-nipah dan Sungai Parit.

Program ini juga telah terealisasi di sejumlah daerah lain di Kaltim. Seperti Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Maka sosialisasi kepada masyarakat dilakukan untuk memberi pemahaman seputar layanan dan penggunaan jargas rumah tangga.

Sosialisasi berlangsung di ruang pertemuan Kantor Bupati PPU, dibuka Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesra Ahmad Usman. Diikuti sejumlah Ketua RT dan Kelurahan dari wilayah pemasangan Jargas. Selasa, 8 Mei 2018.

“Kabupaten PPU sebenarnya daerah pertama pemasangan Jaringan gas ini, makanya pelaksanaan sosialisasi bagi masyarakat penting dilakukan. Guna memberi pemahaman dan pengetahuan penggunaannya,” kata Ahmad Usman saat membuka sosialisasi.

Sosialisasi disampaikan Kasubdit Pelaksanaan dan Pengawasan Pembinaan Infrastruktur Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Ahmad Wahyu. Ia mengatakan, jika dilihat dari segi keamanan, penggunaan gas bumi melalui pipa gas jauh lebih aman.
Sebab pemasangan pipa gas dilakukan tim khusus yang tersertifikasi, serta pemasangan yang dimonitor untuk memastikan faktor keamanannya sebelum digunakan masyarakat.

“Bandingkan dengan tabung elpiji yang tiap kali habis kita pasang sendiri, jargas jauh lebih aman," ungkapnya.

Dia menambahkan, ketika tabung elpiji dipasang ke regulator, ada tekanan tinggi dari tabung. Sementara gas bumi, bila pipanya bocor maka tekanannya sangat rendah.

"Elpiji kan gasnya dipadatkan, makanya kalau bocor tekanan gasnya tinggi sekali. Beda pipa gas bumi, bocor ditutup pakai tangan bahkan tidak terasa, seperti gas dalam balon, ringan sekali. Setelah ditutup kita tinggal panggil petugas untuk memperbaiki pipa yang bocor," katanya.

Dirinya menambahkan menggunakan jaringan gas dipastikan memiliki risiko lebih rendah serta jauh lebih aman dibanding elpiji.

"Kalau elpiji sering kejadian meledak. Kalau pipa gas bocor kemudian menimbulkan api, ditutup kain basah sudah mati apinya. Sebab gas bumi massa (berat) nya ringan, kalau elpiji massa gasnya berat. Makanya ketika dipasang di dapur harus ada ventilasi udara biar gasnya tidak diam di bawah, kalau gas bumi bocor, gasnya langsung menguap," terangnya.

Informasi dari Pertamina, tekanan gas pipa ini juga lebih rendah dari gas tabung sebesar 8 bar. Dimana gas pipa maksimal 2 bar. Selain itu, jika terjadi kebocoran gas yang keluar akan langsung menguap ke udara sehingga dapat menghindari risiko meledak.

Keuntungan yang akan didapat warga lanjut dia, dari sisi pembiayaan yang pastinya lebih hemat 25-30 persen dibandingdengan menggunakan elpiji yang selama ini digunakan.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0