19 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kementerian Perhubungan Dukung Perluasan Pelabuhan Benuo Taka


Kementerian Perhubungan Dukung Perluasan Pelabuhan Benuo Taka
Peninjauan langsung inspektorat Kementerian Perhubungan ke Pelabuhan Benuo Taka (Foto: Humas)

KLIKPENAJAM.COM - Jajaran Inspektorat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, lakukan pengecekan langsung sejumlah pelabuhan besar di Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya pelabuhan Benuo Taka milik Pemerintah Kabupaten Penanjam Paser Utara (PPU) di Kawasan Industri Buliminung (KIB). Rabu, 16 Mei 2018.

Dalam pelaksanaannya, rombongan Kementerian Perhubungan didampingi langsung Bupati Yusran Aspar, serta Kepala Dinas Perhubungan Ady Irawan.

Selain meninjau pelabuhan Benuo Taka dari sisi laut, rombongan juga meninjau dari sisi darat. Salah satunya pembangunan aset jalan yang menghubungkan pelabuhan menuju jalan utama Kabupaten PPU.

Bupati Yusran Aspar mengatakan bersyukur pembangunan di Kabupaten PPU selama ini memperoleh pantauan pemerintah pusat. Dan diharapkan tidak hanya sekedar melihat, namun terus memberikan dukungan pembangunan di daerah.

“Alhamdulillah setelah penjelasan kami tentang prospek saat ini dan kedepan, Kementerian Perhubungan sangat mendukung perluasan pelabuhan yang telah kami usulkan," kata Yusran Aspar.

Sementara Kadis Perhubungan Ady Irawan, saat ditemui terpisah mengatakan Kementerian melakukan pengecekan karena informasi pelabuhan yang ada selama ini tidak berjalan baik atau kurang efektif.

Namun setelah mendpaat penjelasan langsung Bupati PPU, Kementerian Perhubungan baru mengerti, bahkan memberikan dukungan.

Dijelaskan Ady Irawan, pelabuhan Benuo Taka milik pemkab PPU telah beroperasi lebih dari satu tahun, pasca izin operasi sebagai pelabuhan bongkar muat dan pengapalan dari Kementerian Perhubungan. Sejak saat itu, untuk sementara pelabuhan diperuntukkan sebagai loading batu bara, pengiriman CPO (crude palm oil), dan sebagainya.

“Kami optimistis dioperasikannya pelabuhan Benuo Taka, pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat. Salah satunya melalui penarikan retribusi pelabuhan,” kata Ady Irawan.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0