15 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Panwaslu Terima Aduan Dugaan Money Politic Salah Satu Paslon Pilkada PPU


Panwaslu Terima Aduan Dugaan Money Politic Salah Satu Paslon Pilkada PPU
Ketua Panwaslu Daud Yusuf menunjukkan barang bukti dugaan money politic salah satu paslon Pilkada PPU (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima aduan dugaan Money Politic, yang diduga terjadi di dua lokasi berbeda. Yakni Kelurahan Buluminung dan Mentawir Kecamatan Sepaku.

Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf mengatakan, pihaknya menerima laporan dari tim salah satu pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati PPU, yang mengaku menemukan aktivitas tersebut dilakukan tim paslon lainnya.

“Hasil verifikasi sementara yang dilaporkan diduga membagikan sejumlah amplop berisi uang ratusan ribu,” jelas Daud.

Dari laporan yang diterima Panwaslu, kejadian berlangsung Senin (28/5) lalu, sekitar pukul 15.00 Wita. Modusnya mengumpulkan sejumlah warga, dan memberikan amplop dengan seruan berupa ajakan memilih Paslon tersebut.

“Di Mentawir ada 3 orang terlapor, dan Buluminung satu orang. Modusnya mengumpulkan warga dalam satu kegiatan, lalu bagi-bagi amplop berisi uang dan mengajak untuk memilih paslon itu,” ungkapnya.

Kemudian laporan tersebut juga melampirkan barang bukti berupa amplop, dari wilayah Mentawir berisi Rp150.000 per amplop. Dan dari Buluminung dua amplop, masing-masing Rp100.000,-

Bahkan amplop dari Mentawir, terdapat stempel salah satu perusahaan yang juga diduga mendukung pasangan tersebut.

Saat ini Panwaslu PPU diakui Daud Yusuf, sedang melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Serta sejumlah saksi yang mengaku melihat langsung dugaan pelanggaran tersebut.

Sesuai aturan, apabila terbukti pelaku akan dikenakan Pasal 187 (A) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2015, dengan ancaman minimal 32 bulan kurungan penjara. Dan maksimal 72 bulan penjara, serta denda minimal Rp200 Juta dan maksimal Rp1 Miliar.

”Kita akan lakukan pemeriksaan serta klarifikasi terlebih dulu, untuk kemudian dibahas dan di plenokan. Apakah kasus ini dinaikkan ke tingkat penyidikan atau tidak,” pungkasnya.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0