20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dugaan Politik Uang, Massa Geruduk Salah Satu Penginapan di Penajam


Dugaan Politik Uang, Massa Geruduk Salah Satu Penginapan di Penajam

KLIKPENAJAM.COM - Sejumlah massa yang mengaku para pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), nyaris bentrok di Jl Provinsi Kilometer 2 Kelurahan Penajam, Minggu (24/06) dini hari.

Dari pantauan Klik Penajam, massa tersebut mengaku dari paslon Andi Harahap - Fadly Imawan (AHLI) serta paslon Abdul Gafur Mas’ud - Hamdam. Mereka saling berhadapan satu sama lain, bahkan dari kedua kubu tampak saling berteriak sambil mengangkat senjata dan balok.

Beruntung pihak Kepolisian bersama TNI dengan sigap menenangkan kedua pihak, dan menginstruksikan untuk mundur agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Berdasarkan sejumlah informasi di lapangan, kedua pihak mulai berkumpul Sabtu (23/06) malam, sekitar pukul 21:30 Wita.

Awal mula kejadian, tim salah satu paslon menduga salah satu penginapan dijadikan tempat aksi 'money politic' sehingga massa pendukung paslon lain pun turun.

“Sudah hampir ricuh, dari kedua tim sudah ada yang pegang kayu. Bahkan ada yang pegang senjata tajam. Syukur ada Polisi dan TNI yang langsung mengamankan,” ujar Abdul Rachman, salah satu warga sekitar yang mengaku menyaksikan kejadian itu.

Atas kejadian tersebut, Jl Provinsi Kilometer 2 sempat di blokade, lantaran di padati massa. Namun sekira pukul 03:30 Wita, kondisi lokasi sudah mulai aman. (*)

Penghuni Kamar Dievakuasi, Barang Tak Satupun Dibawa

Dugaan politik uang dilaporkan salah satu Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), yakni tim Andi Harahap - Fadly Imawan (AHLI) ke Panwaslu PPU, setelah sempat terjadi ketegangan.

Massa menduga salah satu penginapan akan dijadikan pusat transaksi politik bagi-bagi uang. Bahkan kejadian itu makin ricuh, kala beberapa orang yang ada di penginapan enggan membuka pintu.

Perwakilan tim AHLI Rochman Wahyudi, mengatakan sebelumnya ia mendapatkan informasi dugaan itu dari beberapa orang di lapangan yang curiga melihat aktivitas dari hotel tersebut.

“Jadi ceritanya banyak sekali orang keluar masuk dari penginapan Venus ini. Anggota yang monitor dari siang sampai sore," ujarnya.

Ia juga mengatakan pihaknya langsung menghubungi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk dapat memproses dugaan tersebut.

“Sebenarnya kami tidak mengetahui siapa yang berada di dalam kamar itu, kami mengetahui pastinya itu ketika ada pengacara yang datang dari Paslon Abdul Gafur Mas’ud - Hamdam. Berarti kemungkinan orangnya mereka. Maunya kami, bisa diperiksa barang yang ada dalam kamar. Apakah benar apa yang dilaporkan anggota kami atau seperti apa," jelasnya.

Lanjut Rochman, untuk pemeriksaan kamar oleh Panwaslu, orang yang berada di kamar akan dievakuasi terlebih dulu, sesuai kesepakatan dengan beberapa pihak. 

"Yang dievakuasi adalah penghuninya, dengan tidak membawa barang apapun keluar dari kamar, untuk diperiksa pada siang hari sebelum check out. Sekaligus memastikan apakah benar ada indikasi money politic yang terjadi disini,” terangnya.

Baca Juga: Panwaslu PPU Geledah Kamar Penginapan yang Diduga Ada Politik Uang

Sementara Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf, mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari masyarakat, bahwa terjadi dugaan politik uang dengan menyimpan uang di penginapan tersebut.

“Informasi awal masyarakat katanya ada yang mau bagi-bagi uang, dan laporannya ada uang di kamar itu,” kata Daud Yusuf, Minggu (24/6) dini hari.

Ia juga mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan apapun diluar kewenangan. Sehingga perlu dilakukan kesepakatan terlebih dulu bersama orang di kamar, agar bisa dievakuasi dan barang yang ada tidak boleh dibawa keluar.

“Diluar kewenangan kami seperti kalau tidak ada laporan kita tidak bisa melakukan pemeriksaan, dan tidak bisa masuk ke kamar jika tidak ada izin orang yang bersangkutan. Namun kami bersama tim sudah membuat kesepakatan, jadi siang nanti akan dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0