23 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pentingnya Promosi Penyiapan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal


Pentingnya Promosi Penyiapan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal
Seminar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka penyiapan generasi emas tahun 2045 (Foto: Humas PPU)

KLIKPENAJAM.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan bertema "Promosi Penyiapan Generasi Emas Sesuai Kearifan Lokal, dan Pengasuhan yang tepat 1000 hari pertama kehidupan dalam mencegah stunting. Berlangsung di Aula lantai 1 Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU). Senin, 2 Juli 2018.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Kabupaten PPU Tohar, Kepala Dinas P3A2KB Riviana Noor, Kepala Dinas Kesehatan Arnold Wayong, dan peserta dari perwakilan 10 kampung KB. Serta narasumber Nyi Masdiane merupakan psikolog yang akan memberi pemahaman dalam mencegah stunting.

Eli Kusnaeli selaku perwakilan Kepala BKKBN Kaltim, menjelaskan generasi emas adalah upaya untuk menyiapkan Indonesia emas jelang 100 tahun Indonesia merdeka, pada tahun 2045 mendatang.

"Jadi pada 27 tahun mendatang diharapkan Indonesia akan memasuki generasi emas, dimana kesejahteraan tercapai dan memiliki kekuatan serta kualitas yang cukup," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa generasi emas diciptakan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dengan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi.

“Tantangan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi yang cukup. Salah satunya masalah gizi yang ditemukan di Indonesia saat ini adalah stunting, disebabkan oleh kekurangan gizi kronis,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut Eli Kusnaeli, pentingnya upaya promotif dan preventif dalam rangka perbaikan gizi untuk mengurangi stunting. Dalam mencegah dan menguranginya melalui upaya yang telah disepakati, dengan mengoptimalkan 1.000 hari pertama kehidupan dengan pemenuhan gizi kepada ibu hamil dan bayinya selama masa kehamilan sampai umur anak 2 tahun.

“Untuk itu kita perlu upaya dan bersinergi dengan pihak terkait, termasuk bagaimana kita memberikan pemahaman kepada orangtua. Dengan tujuan menjadi orangtua hebat, dalam artian mampu membina dan mengasuh anak menjadi berkualitas dan berkarakter. Jadi peran Kampung KB sangat penting untuk mempromosikan ini dalam rangka menuju Indonesia emas,” jelasnya.

Senada, Sekkab Tohar menyebut sebuah tujuan dan upaya hal itu harus berimbang, agar dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan.

“Contohnya, kalau kita ingin mewujudkan sekolah unggulan, pastinya harus diisi dengan siswa yang unggul juga. Begitu pula dalam konteks pembangunan dan pembinaan kependudukan,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini dimulai dari stakeholder yang memiliki keterkaitan fungsi baik secara langsung maupun tidak. Khususnya orangtua sebagai stakeholder langsung memiliki peran penting pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, agar selalu bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan hal ini.

Mengingat sinergi program lintas sektor dalam bentuk koordinasi dan komunikasi, sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan tujuan yang sama untuk masyarakat.

“Misalnya fungsi dinas P3AP2KB dengan dinas kesehatan dalam menangani isu stunting, dalam konteks kependudukan hal ini menjadi masalah, begitu pula untuk dinas kesehatan,” tuturnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli | Humas PPU    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0