22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Target 95 Persen, Pj Bupati PPU Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella


Target 95 Persen, Pj Bupati PPU Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella
Pj Bupati PPU Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella di sejumlah sekolah (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Bere Ali, meninjau proses pelaksanaan imunisasi vaksin campak dan Rubella di sejumlah sekolah. Mulai SMP 22, SD 03 dan SD 016 Kelurahan Gunung Seteleng Kecamatan Penajam, Selasa, (7/8).

Dalam kesempatan itu Bere Ali didampingi Kepala Dinas Kesehatan PPU Arnold Wayong, dan Kepala UPT Puskesmas Penajam.

Diungkapkan Bere Ali, dirinya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan imunisasi vaksin campak dan rubella, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan PPU, yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah pelaksanaan imunisasi vaksin campak dan rubella di PPU berjalan lancar, kami sangat mengapresiasi itu. Sebab anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ada sekitar 49 ribu jiwa, dan sesuai target nasional harus bisa mencapai 95 persen untuk imunisasi tersebut,” ujarnya.

Bere Ali juga mengatakan imunisasi campak rubella adalah program nasional yang sangat penting dilaksanakan bagi kesehatan anak di masa yang akan datang. Karena menurutnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dibutuhkan tubuh yang sehat sejak sekarang .

Kendati demikian, program kesehatan tersebut harus imun sejak dini sehingga mereka dapat dengan baik melaksanakan kehidupan masa datang. Sebab manusia berkualitas adalah manusia yang sehat, cerdas, dan pandai.

“Tujuan dilaksanakannya imunisasi campak dan rubella ini agar anak-anak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut," tandasnya.

Perihal ada masyarakat yang enggan imunisasi ini, Bere Ali menjelaskan jika Kementerian Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan pertemuan terkait vaksin tersebut. Intinya MUI sangat mendukung pelaksanaan vaksin, hanya saja tinggal menunggu bahan imunisasi yang digunakan tersebut disertifikasikan Halal.

“MUI juga meyakini program ini sangat penting, dan Kementerian Kesehatan menjamin alat dan obat yang digunakan sangat bagus. Namun bagi mereka yang masih menunggu keputusan MUI tidak masalah, karena waktunya juga masih panjang hingga akhir September mendatang,” ungkapnya.

Ditambahkannya, vaksin campak dan rubella ini merupakan program pemerintah yang tanpa dipungut biaya bagi seluruh masyarakat. Jika vaksin dilaksanakan di Rumah Sakit, menggunakan biaya pribadi sebesar Rp 500.000 per jiwa. Program ini digagas untuk membantu dan memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat secara nasional.

“Pada intinya Pemerintah daerah juga sangat mendukung program ini. Kami berharap jangan terlalu dipertentangkan persoalan ini, sambil kita menunggu hasil MUI pelaksanaan imunisasi vaksin campak dan rubella terus berjalan,” tambahnya.

Sementara Arnold Wayong mengungkapkan, pihaknya telah mulai melaksanakan imunisasi campak rubella selama 5 hari. Terhitung awal Agustus 2018, di empat kecamatan.

“Hingga hari ini (selasa) kami telah mencapai 18 persen dari 95 persen target. Namun yang belum bersedia sekarang untuk imunisasi tidak jadi persoalan sambil menunggu sertifikasi halal MUI. Namun sebagian besar mereka mau dan telah melaksanakan,” kata Arnold.

Dijelaskan dia, vaksin ini sangat penting dilakukan karena campak dapat menyebabkan komplikasi serius. Seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Sedangkan rubella berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi jika menular ke ibu hamil pada tri semester pertama, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital, yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian, dan keterlambatan perkembangan.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin Measles Rubella adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Ditambahkannya, program dari Kementerian Kesehatan harus dilaksanakan guna mencapai target nasional Indonesia bebas campak dan rubella 2020.

Selain itu, khusus pulau Jawa dan sekitarnya, imunisasi campak dan rubella telah dilaksanakan sejak 2017 lalu, dan tahun ini pelaksanaan serentak diluar pulau Jawa termasuk PPU.

“Target PPU 95 persen harus tercapai, dari jumlah anak wajib imunisasi campak dan rubella. Mulai usia 9 bulan hingga usia 15 Tahun,” pungkasnya.(*)

*) Pj Bupati PPU Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella di sejumlah sekolah (Foto: Fadli)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0