19 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

OPINI: Balikpapan Terancam Pengangguran Tidak Terdidik


OPINI: Balikpapan Terancam Pengangguran Tidak Terdidik
Adhi Supriadi, Direktur Eksekutif Kaltim Inisiatif

KLIKPENAJAM.COM - Lesunya perekonomian kota Balikpapan yang ditandai dengan perlambatan ekonomi disektor swasta dan menurunnya belanja pemerintah, akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.

Selain meningkatnya angka pengangguran, Kota Balikpapan juga diperhadapkan dengan kondisi angkatan kerja yang rendah kompetensinya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah pencari kerja di kota minyak mencapai angka 16.823 orang atau 3,72 persen dari total penduduk usia kerja.

Berdasarkan golongan umur, pencari kerja pada kelompok umur 25-29 tahun merupakan proporsi pencari kerja terbesar yaitu mencapai 22,17 persen, diikuti oleh umur 30-34 tahun yang mencapai 19,84 persen dari seluruh pencari kerja sedangkan kelompok umur 15-19 tahun sebesar 19,82 persen.

Dari sisi pendidikan, para pencari kerja tersebut didominasi oleh tamatan SLTA sebesar 10.916 orang atau 64,89 %, disusul tamatan SLTP sebesar 2.339 orang atau 13,90 %, tamatan SD 1.950 orang atau 11,59 %, tidak tamat SD 1.413    orang atau 8,40 % dan sarjana 205 orang atau 1,22 %

Dengan struktur pencari kerja tersebut, Balikpapan akan mengalami masalah ketenagakerjaan yang cukup pelik. Hal ini disebabkan tuntutan dunia kerja saat ini, selain mensyaratkan jenjang pendidikan yang tinggi (minimal sarjana), juga dunia usaha menuntut kompetensi bahkan sertifikasi dari para pencari kerja.

Jika struktur ketenaga kerjaan tersebut tidak teratasi, maka warga Balikpapan akan menjadi penonton, paling tinggi menjadi pekerja kasar yang tidak membutuhkan skill. Artinya geliat atau pertumbuhan ekonomi kota tidak bisa dinikmati secara maksimal oleh warga, karena level pekerjaan yang membutuhkan skil di isi oleh tenaga kerja yang berasal dari luar daerah Balikpapan bahkan dari luar negeri.

Sebenarnya situasi ini telah terlihat jika melihat data BPS tahun 2015. Penduduk Balikpapan yang berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Tahun 2015, didominasi oleh tamatan SLTA sebesar 192.953 orang atau sebesar 38,48 %. Kemudian disusul tamatan SD 92.153 orang atau 18,38 %, Tamatan SLTP 91.315 orang atau 18,21 %, tidak tamat SD 65.698 orang atau 13,10 % dan tamatan 59.278 orang atau 11,82 %.

Saat ini, sudah banyak perusahaan di Balikpapan, terutama perusahaan yang bergerak di sektor migas dan mineral mensyaratkan calon tenaga kerja memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi. Ini adalah tuntutan zaman, mau tidak mau, jika ingin terserap ke dunia kerja, wajib memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Pemerintah kota Balikpapan harus menyadari situasi ini. Jika tidak para pencari kerja tersebut akan menjadi beban sosial dan mengancam Balikpapan sebagai kota layak huni.

 

Penulis : Adhi Supriadi (Direktur Eksekutif Kaltim Inisiatif)

 

Reporter :     Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0